RADARSEMARANG.ID - Film Perang Kota yang tayang pada 30 April 2025 di adaptasi dari novel berjudul Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis.
Film ini digarap oleh Mouly Surya, sementara skenario ditulis oleh Mouly dan Mochtar Lubis.
Film ini menandai kembalinya Mouly Surya dalam memproduksi film Indonesia setelah delapan tahun.
Ia juga sempat mengerjakan film Hollywood berjudul Trigger Warning (2024) yang dibintangi Jessica Alba dan ditayangkan di Netflix.
Berikut sinopsis siangkat film Perang Kota:
Pada tahun 1946, Indonesia masih dalam proses memperoleh kemerdekaan meskipun telah menyatakan diri merdeka setahun sebelumnya.
Situasi yang sama berlaku di Jakarta, dimana masih banyak tentara dari pemerintahan sipil Hindia-Belanda atau NICA.
NICA terus beroperasi setelah tiba dengan dukungan dari sekutu Inggris. Selain itu, masih terdapat banyak pejabat kolonial Belanda yang berada di Jakarta.
Di waktu yang hampir bersamaan, Inggris mendatangkan pasukan Gurkha, yang berasal dari Asia Selatan, khususnya Nepal.
Pasukan asing tersebut melakukan tindakan intimidasi hingga menculik warga Indonesia, sehingga rasa ketakutan masih melanda masyarakat.
Cerita ini mengikuti kehidupan Isa (Chicco Jerikho), seorang pria berusia 35 tahun yang bekerja sebagai guru sekolah dasar.
Sebelumnya, Isa merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang berhasil bertahan hingga Indonesia merdeka.
Baca Juga: Serikat Pekerja Starbucks Tolak Tawaran Kenaikan Gaji 2 Persen, Ternyata Ini Alasan Mereka
Namun, sebagai mantan prajurit, Isa membawa beban trauma yang mendalam, yang berpengaruh pada kesehatan mentalnya.
Kondisi ini berdampak pada hubungannya dengan istrinya, Fatimah (Ariel Tatum).
Suatu hari, Isa diperintah kembali untuk bertugas saat ketegangan dengan Belanda masih meningkat.
Ia diharuskan menjalankan misi rahasia untuk menghabisi para pejabat kolonial Belanda demi menjaga kemerdekaan.
Penugasan itu dilaksanakan bersamanya Hazil (Jerome Kurnia), seorang pemuda tampan yang penuh semangat.
Namun, disisi lain, Hazil terlibat dalam hubungan terlarang dengan Fatimah yang merasa kesepian dan tidak mendapatkan perhatian sebagai istri Isa.
Keterikatan mereka semakin mendalam, hingga suatu insiden membuat kompleksitas cinta segitiga antara Isa, Fatimah, dan Hazil menjadi semakin rumit.
Isa semakin dilema antara memenuhi tanggungjawabnya sebagai pejuang bangsa dan melindungi pernikahannya dari ancaman yang datang dari orang terdekatnya.