RADARSEMARANG.ID – Salah satu serial yang saat ini masih ramai diperbincangkan yakni serial Bidaah yang tayang di Malaysia.
Bahkan serial ini menjadi perhatian oleh para penonton di Indonesia. Serial ini tayang secara eksklusif di platform streaming VIU setiap Kamis hingga Sabtu, cocok untuk dijadikan tontonan akhir pekan.
Dengan total 15 episode berdurasi sekitar 30 menit per episode, Bidaah mulai tayang pada 6 Maret 2025 dan menawarkan pengalaman menonton yang intens namun tidak melelahkan.
Cerita tentang serial Bidaah ini menceritakan terkait sekte sesat Jihad Ummah yang dipimpin oleh seseorang yang mengaku sebagai Imam Mahdi.
Pengakuannya pun membuat perhatian karena akting dari para pemainnya yang sangat mendalami peran dan cerita yang menegangkan.
Lantas, siapa saja aktor dan aktris yang turut bermain dalam serial ini ?
Berikut daftar lengkapnya beserta peran masing-masing:
Faizal Hussein sebagai Walid Muhammad Mahdi Ilman
Karakter utama sekaligus antagonis dalam Bidaah, Walid adalah pemimpin sekte Jihad Ummah yang mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi. Ia memiliki empat istri dan memengaruhi banyak pengikut dengan ajarannya yang kontroversial.
Riena Diana sebagai Baiduri Amira
Baiduri adalah anak dari Kalsum yang terpaksa bergabung dengan Jihad Ummah. Karakternya menggambarkan korban dari sekte tersebut yang berusaha melawan tekanan.
Fazlina Ahmad Daud sebagai Kalsum
Hasnul Rahmat sebagai Abi Saifullah
Abi Saifullah adalah tangan kanan Walid yang sangat loyal. Ia memegang peran penting dalam menjalankan perintah Walid dan menjaga stabilitas sekte.
Marissa Yasmin sebagai Ummi Hafizah (Istri Pertama Walid)
Malia Baby sebagai Habibah (Istri Keempat Walid yang Diceraikan)
Habibah adalah mantan istri Walid yang diceraikan. Meski sudah tidak bersama, ia masih memiliki kaitan dengan cerita, termasuk konflik dengan anggota sekte lainnya.
Shazia Rozaini sebagai Mia
Mia adalah seorang remaja yang terjebak dalam ajaran Jihad Ummah. Karakternya
menggambarkan generasi muda yang menjadi korban radikalisme.
Nah, ada beberapa fakta menarik lainnya terkait Serial Bidaah, Simak ulasan berikut ;
Serial drama Bidaah tengah menjadi perbincangan hangat berkat tema kontroversial yang diangkatnya.
Mengupas sisi gelap pemanfaatan agama oleh kelompok sesat, serial ini tidak hanya menyajikan cerita penuh konflik, tapi juga menggugah kesadaran sosial penonton.
Kisah Sekte Bertopeng Agama
Cerita Bidaah berfokus pada Baiduri, seorang perempuan muda yang terperangkap dalam sekte bernama Jihad Ummah.
Dipimpin oleh Walid Muhammad yang karismatik namun manipulatif, sekte ini mempraktikkan penyimpangan seperti pernikahan paksa dan ketaatan buta.
Serial ini mengajak penonton untuk melihat bagaimana kekuasaan dapat diselubungi oleh simbol-simbol keagamaan demi kepentingan pribadi.
Di Sutradarai Oleh Ellie Suriaty
Disutradarai oleh Ellie Suriaty, Bidaah tampil kuat secara visual dan emosional.
Ellie berhasil membangun atmosfer tegang dan menyentuh yang mempertegas pesan moral cerita.
Kepiawaiannya mengarahkan adegan-adegan emosional dan penuh tekanan menjadikan drama ini salah satu karya penting yang mencuri perhatian tahun ini.
Aktor papan atas seperti Faizal Hussein, Riena Diana, dan Fattah Amin menjadi pilar utama serial ini. Penampilan mereka yang emosional memperkuat karakter-karakter yang terlibat dalam sekte tersebut.
Tak kalah penting, aktor pendukung seperti Fazlina Ahmad Daud dan Marissa Yasmin juga menyumbangkan akting luar biasa yang memperdalam konflik cerita.
Adegan Viral di Media Sosial
Salah satu adegan yang memperlihatkan Walid Muhammad memerintahkan para pengikutnya menutup mata sambil membayangkan wajahnya menjadi viral di TikTok.
Kalimat “Pejamkan mata, bayangkan muka Walid” menjadi meme dan bahan diskusi di berbagai platform.
Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya media sosial bisa membawa karya lokal menjadi perbincangan lintas negara.
Lebih dari sekadar drama, Bidaah mengangkat kritik tajam terhadap penyalahgunaan ajaran agama.
Tokoh Baiduri dan Hambali menjadi simbol perjuangan untuk keluar dari belenggu dogma palsu.
Lewat narasi mereka, serial ini menegaskan pentingnya pemahaman agama yang rasional dan kritis agar tidak mudah terjerumus dalam ajaran menyimpang.
Mengangkat Isu Perjuangan Perempuan Menentang Patriaki
Baiduri tak hanya menjadi korban, namun juga pejuang. Ia melawan sistem patriarki yang menjadikan agama sebagai alat penindasan.
Keberanian Baiduri menolak tunduk menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak perubahan bahkan dalam lingkungan yang penuh tekanan.
Bidaah menyentuh tema pemberdayaan perempuan secara kuat dan relevan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi