RADARSEMARANG.ID - Drama Korea atau kerap disebut sebagai Drakor adalah tayangan series drama asal negara Korea Selatan yang digemari berkat cerita dan paras pemerannya yang menarik.
Drakor menjadi salah satu produk entertainment yang disukai banyak orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri k-wave turut serta jadi sebab menjamurnya korean drama digemari dan dinantikan per episodenya.
Salah satu drama korea terbaru yang populer dan ditunggu oleh banyak orang adalah berjudul When The Phones Ring.
When The Phones Ring atau 지금 거신 전화는 merupakan drama dari stasiun MBC yang disutradarai oleh Park Sang Woo, sosok yang sebelumnya juga menyutradarai serial populer dengan nama The Forbidden Marriage.
Drama ini menceritakan tentang hubungan antara sepasang suami istri kelas atas yang diperankan oleh Yoo Yeon Seok sebagai Chae Soo Bin dan Baek Sa Eon sebagai Hong Hee Joo.
Berada dalam rumah tangga yang disorot, sebab dalam hal ini Chae Soo Bin merupakan seorang politikus terkemuka yang sedang naik daun, sedangkan Hong Hee Joo merupakan seseorang yang tunawicara.
Dinamika kehidupan keduanya bermula karena hubungan mereka pun awalnya merupakan hubungan yang dijodohkan oleh keluarga. Keduanya memang tidak pernah berkomunikasi bahkan hubungan mereka pun terbatas jarak (LDR).
Namun, suatu hari sebuah pesan telepon dari seseorang misterius tiba-tiba merenggut ketenangan dari keluarga sang politikus ini, Chae Soo Bin diberitahu bahwa istrinya berada dalam sebuah penculikan menyebabkan hubungan mereka yang mulai kompleks.
Sayangnya meskipun memiliki plot yang cukup menarik, kebanyakan netizen di Indonesia khususnya merasa kecewa terhadap serial asal Korea Selatan tersebut.
Netizen merasa dalam beberapa scene terakhir di episode drama ini, Korea Selatan lewat dunia entertainmentnya menyelipkan pesan-pesan Pro-Zionis/Israel.
Dalam beberapa scene terakhir di episode 12, dikisahkan bahwa sebuah tayangan TV memberitakan sebuah konflik yang menyeret beberapa warga kebangsaan Korea Selatan yang diculik oleh militan bersenjata.
Meskipun tidak serta merta dengan gamblang menyebutkan negara mana yang dimaksud, namun sang presenter menyebutkan Paltima dan Izmael, dimana negara Paltima ini menjadi pihak yang menyerang negara Izmael.
Baca Juga: Hanni New Jeans Buka Suara Tentang Perundungan Dalam Lingkup Kerja di Majelis Nasional Korea Selatan
Tentunya banyak netizen yang geram dengan scene tersebut, Netizen beranggapan bahwa plesetan "Paltima dan Izmael" tersebut menyinggung konflik genosida yang sedang terjadi di Palestina, bahkan drama ini seakan memutar balikkan faktanya.
Para netizen yang terlanjur geram dengan When The Phone Rings, kemudian beramai-ramai menyerukan agar memboikot dan tidak menonton drama ini atas nama kemanusiaan dan solidaritas dari apa yang sedang terjadi di Palestina.
Source: X(Twitter), IMDb, Netflix
Editor : Baskoro Septiadi