Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kehancuran Amerika Serikat dan Perang Sipil yang Berhasil Menggulingkan Pemerintahan Dalam Film Civil War 2024

Aby Genta Putra Prasetya • Jumat, 15 November 2024 | 17:24 WIB
Scene: Tentara Pemberontak Hendak Mengeksekusi US Army dalam film Civil War (2024)
Scene: Tentara Pemberontak Hendak Mengeksekusi US Army dalam film Civil War (2024)

RADARSEMARANG.ID - Dalam film terbaru hasil karya dari Alex Garland bertajuk Civil War, Amerika Serikat berada dalam kondisi perang saudara yang menyebabkan negara tersebut hampir lumpuh.

SPOILER ALERT

Di dunia dystopia ini, Alex mengajak kita menilik Amerika dalam gambaran kehancuran berkat terpisahnya beberapa negara bagian menjadi 3 bagian, yakni Loyalist Amerika Serikat, Florida Alliance, dan Western Forces.

Awalnya, perang sipil ini terjadi berkat ketidaksukaan para masyarakat terhadap terpilihnya President, yang diperankan oleh Nick Offerman sebagai presiden Amerika Serikat yang memerintah dengan cara diktator dan sewena-wena.

Banyak demonstrasi-demonstrasi yang ditangani oleh pihak militer dengan tangan besi, dalam sebuah scene menunjukkan bahwa sebuah demonstrasi berakhir dengan pemboman sehingga menewaskan banyak orang disana.

Dikisahkan bahwa dua negara bagian yakni Texas dan California kemudian bersatu melahirkan Western Alliance merasa bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri kediktatoran Presiden Amerika Serikat adalah dengan membunuhnya.

Pembentukan milisi dari dua negara bagian ini kemudian menjadi penanda bahwa keluarnya Texas dan California dari Amerika Serikat dan secara eksplisit mengangkat senjata untuk berperang dan mengakhiri sang presiden di Ibukota Washington.

Film ini dikisahkan lewat kacamata jurnalisme dari seorang jurnalis senior bernama Lee Miller yang diperankan oleh Kirsten Dunst, bersama tiga koleganya ; Joel, Jessie dan Sammy.

Keempat jurnalis ini melakukan perjalanan panjang dan berbahaya untuk bisa mendapatkan berita terbaru tentang presiden yang akan diserang oleh Western Force.

Sebelumnya, lewat radio dan berbagai media lainnya, pihak Loyalist selalu melakukan propaganda yang menyebutkan bahwa pihak militer lebih unggul dibandingkan para milisi pemberontak, sedangkan di kenyataan yang mereka lihat, justru sebaliknya.

Sebagai pers, mereka seharusnya memiliki kekebalan dan akses perlindungan untuk mewartakan kejadian perang tersebut, namun diawal film, lewat dialog Sammy menyatakan bahwa para militer diketahui telah membunuh banyak jurnalis yang menuju Washington DC.

Di lain scene, setelah aksi kebut-kebutan di jalanan dan bertemu sesama jurnalis lainnya di Pennsylvannia dalam perjalanan menuju ke Washington, mereka dihadang sekelompok pria berpakaian militer yang diketahui sedang menimbun banyak mayat yang mereka eksekusi.

Baca Juga: Konflik Sosial Antara Sipil Melawan Militer Pada Kaum Cybertron Dalam Film Transformers

Singkat cerita, salah satu pria tersebut membunuh dua orang jurnalis, kawan dari Joel hanya karena mereka adalah orang Asia. Tampaknya, selain perlawanan, isu lain yang hendak diangkat adalah tentang rasisme.

Setelah dengan susah payah berhasil memasuki Washington DC, bersama dengan dan dilindungi oleh para milisi Western Force, Joel, Lee dan Jessie dengan cekat mewartakan berbagai kejadian fenomenal yang sedang terjadi.

Mulai dari jebolnya pertahanan White House, situasi perang di front perkotaan modern hingga eliminasi sang presiden di dalam ruangannya yang sangat dramatis.

Sebelum presiden dieksekusi, tujuan awal Joel adalah mewawancarai banyak hal terkait kepemimpinan presiden dalam beberapa waktu kebelakang, namun begitu waktunya tiba Joel hanya menanyakan quotes atau kalimat terakhir presiden sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Scene pembunuhan presiden AS di White House dalam film Civil War (2024)
Scene pembunuhan presiden AS di White House dalam film Civil War (2024)

Sang presiden dengan ketakutan hanya mengucapkan kata "jangan biarkan mereka membunuhku". Merasa puas dengan jawaban presiden yang begitu pengecut, dibalik kediktatorannya selama ini ia hanyalah sosok penakut yang tidak berkapasitas untuk memimpin negara.

Joel yang merasa cukup dengan 'interview singkat' tersebut kemudian mempersilahkan para milisi Western Force melakukan apa yang menjadi tujuan mereka.

Dengan sigap Jessie pun memotret proses detik-detik salah satu anggota Western Force yang menarik pelatuk senjata laras panjang dalam beberapa tembakan tepat di dada sebelum presiden ambruk ke lantai.

Film ini menunjukkan kemuakan masyarakat terkait supremasi dan fasisme yang dibawa oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat tersebut. Namun setelah berhasil, belum diketahui apa yang akan dilakukan Western Force kedepannya.

Garland membiarkan penonton menginterpretasikan sendiri bagaimana kelanjutan dari pemerintahan yang sudah diambil alih oleh Western Force.

Film ini juga menggambarkan bagaimana keabsurdan politik dua negara bagian Texas dan California yang menjadi bagian dari Western Forces. Jika pun terjadi di dunia nyata , menurut masyarakat di AS kedua negara ini memiliki pandangan politik berbeda dan tak mungkin bersatu lewat California dengan Liberalismenya serta Texas dengan Nasionalismenya.

Source: IMDb, Screen Rant, HBO, Civil War (Instagram)

Editor : Baskoro Septiadi
#civil war film #film civil war 2024 #film perang sipil amerika 2024 #perang sipil amerika serikat #kehancuran amerika serikat