RADARSEMARANG.ID – Bulan November depan, akan ada film bergenre drama keluarga terbaru yang akan tayang.
Yakni Film Bila Esok Ibu Tiada yang diproduksi oleh Leo Pictures yang kemarin sukses film Thagut yang tayang pada 29 Agustus 2024 kemarin.
Film Bila Esok Ibu Tiada ini merupakan adaptasi dari novel yang berjudul sama karya dari Nagiga Nur Ayati.
Serta disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan penulis skenarionya ditulis oleh Oka Aurora yang sebelumnya menggarap Layangan Putus the Movie (2023) dan Ipar Adalah Maut (2024).
Film yang dibintangi aktor dan aktris kenamaan seperti Slamet Raharjo, Christine Hakim, Ferdi Nuril, Adinia Wirasti, Amanda Manopo, dan Yasmin Napper akan tayang di bioskop pada 14 November 2024 depan.
Sinopsis Film Bila Ibu Esok Tiada
Dilansir dari TIX ID, Film Bila Esok Ibu Tiada bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga dengan empat anak yang sangat bergantung dengan ibu mereka. Sang ibu selalu memberikan semua hal yang terbaik dan mendedikasikan diri untuk menjaga anak-anaknya.
Bagaimana kasih sayang dan perjuangan orangtua tunggal, seorang ibu Rahmi yang diperankan oleh Christine Hakim yang ditinggal meninggal suaminya bernama Haryo yang diperankan oleh Slamet Rahardjo.
Sang ibu harus menjadi orangtua tunggal dari keempat anak yaitu Ranika (Adinia Wirasti), Rangga (Fedi Nuril), Rania (Amanda Manopo), dan Hening (Yasmin Napper) dengan beragam sifat dan memiliki permasalahannya masing-masing.
Awal konflik pada keluarga ini dipicu dari sikap Ranika yang otoriter dan sifatnya tersebut tidak disukai oleh ketiga adiknya.
Meskipun sebagai tulang punggung keluarga, namun Ranika tidak bisa memeluk anggota keluarga satu sama lain.
Konflik dan permasalahan yang muncul tersebut menyebabkan sang ibu harus jatuh sakit. Namun, besarnya kasih sayang seorang ibu yang mampu menyembunyikan sakit yang dideritannya.
Bahkan ia terus berdoa dan berjuang berjualan makanan untuk keempat anaknya terus dilakukan hingga bisa membuat anak-anaknya sukses ada yang menjadi pebisnis, pegawai negeri, artis ternama, dan juga akuntan.
Hingga pada akhirnya, sangh ibu harus dalam kondisi kritis karena penyakit yang telah lama disembunyikan dan pengobatan yang dilakukan tanpa sepengetahuan anak-anaknya.
Kesibukan keempat anaknya memuat hubungan keluarga terasa jauh secara emosional satu sama lain.
Semuanya berubah ketika pada suatu hari, sang ibu pun tiada. Keempat anak tersebut harus menerima takdir kepergian ibu mereka untuk selama-lamanya. Dan mereka pun dipaksa beradaptasi dengan keadaan yang ada. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi