Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Film Pengkhiatan G30S/PKI Diklaim Menuai Kontroversi, Begini Kata Sang Sutradara Arifin C. Noer

Aris Hariyanto • Senin, 30 September 2024 | 21:34 WIB
Ilustrasi nonton film Pengkhianatan G30S/PKI.
Ilustrasi nonton film Pengkhianatan G30S/PKI.

RADARSEMARANG.ID - Film Pengkhianatan G30S/PKI yang dirilis pada tahun 1984-1997 diklaim telah menuai kontroversi dalam dunia perfilman Indonesia.

Selain itu, film Pengkhianatan G30S/PKI juga dikabarkan sarat muatan politik dan propaganda meski dimaksudkan untuk mendidik masyarakat.

Film yang disutradarai oleh Arifin C Noer ini menggambarkan sebuah peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965 dan 1 Oktober 1965.

Menurut video yang dibagikan chanel YouTube @hendra-ahya, proses produksi film Pengkhianatan G30S/PKI dilakukan selama dua tahun.

Pembuatan film ini diketahui telah menghabiskan dana sebesar Rp. 800 juta pada saat itu, dan disponsori oleh pemerintahan Orde Baru pada masa Presiden Soeharto.

Lebih lanjut, film ini dibuat berdasarkan pada versi resmi menurut Pemerintah Orde Baru waktu itu dari peristiwa "Gerakan 30 September" atau "G30S” (peristiwa percobaan kudeta pada tahun 1965).

Adapun produser film ini adalah G. Dwipayana, serta naskahnya ditulis oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh, yang menggambarkan peristiwa kudeta tersebut didalangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pemain film G30S/PKI diketahui telah melibatkan 120 karakter tokoh utama dan 10 ribu orang figuran.

Dalam pembuatan film ini, Sutradara Arifin C. Noer melakukan penelitian mendalam untuk menghadirkan detail seakurat mungkin.

Mulai dari melakukan penelitian mendalam, mewawancarai saksi sejarah, dan mencari barang-barang asli untuk memastikan akurasi setiap detail.

Saat proses penggarapan, Arifin mengekspresikan pengalamannya dengan ungkapan, "Benar-benar gila. Edan!" yang dikutip dari artikel Pengkhianatan Bersejarah dan Berdarah yang diterbitkan sebuah majalah.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, film Pengkhianatan G30S/PKI dulunya dianggap sebagai tontonan yang wajib.

Namun, film ini diklaim menjadi sumber kontroversi dan dampaknya mulai dipertanyakan publik usai jatuhnya rezim pemerintahan Soeharto.

Menurut beberapa sumber lain mengatakan kontroversi utama yang menyelimuti film ini adalah terkait akurasi sejarahnya.

Diketahui, banyak sejarawan dan kritikus berpendapat bahwa film ini lebih menonjolkan versi resmi pemerintah Orde Baru.

Adapun pandangan berbeda dari sebagian orang yang menganggap film ini sebagai karya seni film sinematik yang terstruktur dan mendetail.

Meski demikian, film Pengkhianatan G30S/PKI menurut mereka masih menjadi salah satu karya kontroversial dalam sejarah perfilman Indonesia.

Namun, film ini juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah dari berbagai perspektif untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh dan seimbang.

Editor : Baskoro Septiadi
#rezim pemerintahan #arifin c noer #G30S/PKI #pemerintah orde baru #sejarah perfilman Indonesia #Pemain Film #Film Pengkhianatan G30S/PKI #presiden soeharto