Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kalahkan Drama Korea Populer, Film Serial Netflix Gadis Kretek Raih Best Miniseries di SIDA 2024

Aris Hariyanto • Jumat, 13 September 2024 | 15:49 WIB
Serial Netflix Gadis Kretek raih Best Miniseries di Seoul International Drama Awards 2024.
Serial Netflix Gadis Kretek raih Best Miniseries di Seoul International Drama Awards 2024.

RADARSEMARANG.ID - Serial Netflix Gadis Kretek berhasil meraih penghargaan Best Miniseries di ajang bergengsi Seoul International Drama Awards (SIDA) 2024.

Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi industri perfilman Indonesia.

Mereka sekaligus berhasil mengalahkan beberapa drama Korea populer seperti Moving, The Worst of Evil, dan Daily Dose of Sunshine.

Adaptasi dari novel karya Ratih Kumala ini mengisahkan tentang cinta, keluarga, dan sejarah industri rokok kretek di Indonesia.

Serial Gadis Kretek disutradarai oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, dan dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, dan Putri Marino.

Netizen pun memberikan banyak tanggapan positif terkait kemenangan Best Miniseries ini.

Banyak yang mengucapkan selamat dan merasa bangga atas pencapaian Gadis Kretek.

Mereka menilai serial ini memang layak mendapatkan penghargaan tersebut karena kualitas cerita dan produksi yang sangat baik.

Suspendisse dui purus, scelerisque at, vulputate vitae, pretium mattis, nunc. Mauris eget neque at sem venenatis eleifend. Ut nonummy.

“Kerenn bangetttt. Tau dari awal mau rilis dan jadi seris netflix indonesia pertama (bener gak sih) dan sampe dititik membanggakan. Congratssss,” tulis akun @bucinbelanja di media sosial X.

“Gilak padahal pesaingnya bukan kaleng² an****,” tulis @bangonae sanking senangnya.

“WOWWW???????????? Bisa ngalahin 3 Body Problem, kurang keren apa lagiii,” timpal netizen @privatemonolog.

Meski demikian, terdapat perbedaan yang mencolok antara versi novel dan film Gadis Kretek.

Film ini lebih menekankan pada peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 dan periode setelahnya.

Sedangkan novel mencakup rentang waktu yang lebih luas, termasuk masa penjajahan, perjuangan untuk meraih kemerdekaan, pendudukan Jepang, serta pergolakan yang terjadi pada tahun 1965 dan seterusnya.

Cerita Gadis Kretek berfokus pada tiga saudara, yaitu Lebas (Arya Saloka), Karim (Dimas Aditya), dan Tegar (Winky Wiryawan).

Mereka berupaya memenuhi permintaan terakhir ayah mereka, Pak Soeraja (Ario Bayu) sebelum ia meninggal dunia.

Permintaan terakhir dari Pak Soeraja adalah untuk menemukan seorang wanita bernama Jeng Yah.

Usut punya usut, ternyata Jeng Yah yang diperankan oleh aktris Dian Sastrowardoyo adalah cinta pertamanya.

Seiring pencarian Jeng Yah yang dilakukan oleh ketiga saudara tersebut, terungkaplah sejarah panjang hubungan cinta yang terkait dengan konflik pribadi serta latar belakang sejarah Indonesia.

Selain itu, terdapat pula elemen yang melibatkan industri rokok kretek dalam alur cerita film serial Netflix ini.

Editor : Baskoro Septiadi
#industri rokok kretek #Seoul International Drama Awards 2024 #media sosial #gadis kretek #sida #Best Miniseries #Serial Netflix #netizen #Dian Sastrowardoyo #film serial Netflix terbaru #drama korea populer