RADARSEMARANG.ID,-"Seandainya pada saat itu aku menyatakan perasaanku kepadanya, akankah itu mengubah masa depan?"
Film romansa tentang pertemuan, perpisahan, persahabatan, dan cinta kolaborasi dua negara Jepang dan Taiwan ini, baru dirilis beberapa hari yang lalu.
Berdurasi 123 menit, alur cerita yang maju mundur dikemas dengan begitu apik oleh sutradara Michihito Fujii, membuat penontonnya tidak merasa bosan atau bingung saat menontonnya.
Menggandeng Greg Han Hsu dan Kaya Kiyohara menjadi pemain utamanya, film ini sangat layak untuk ditonton.
Baca Juga: Weekend Streaming Drakor? #KenapaNggak
Jatuh cinta, pernahkah kamu mengalaminya?
Sebenarnya, apa sih jatuh cinta itu?
18x2 Beyond Youthful Days, terinspirasi kisah nyata dari seorang laki-laki Taiwan yang melakukan pelesir ke Jepang untuk mengenang kisah cinta pertamanya.
Bukan sebatas film romantis. Melainkan kisah pencarian jati diri seorang anak laki-laki berusia 18 tahun tentang mimpi besarnya. Ia mencoba menemukan lagi tujuan hidup yang ingin dicapainya.
Adegan dibuka dengan kepulangan Jimmy (Greg Han Hsu) sang pengembang video game kembali ke rumahnya setelah dipecat dari perusahaan yang didirikannya. Saat di rumah orang tuanya itu, Jimmy menemukan kotak yang berisi kartu pos dan beberapa foto lama yang membuat memorinya flashback ke masa lalu. Kisah cinta pertamanya.
Baca Juga: Rahasia Nonton DraKor Lebih Seru
Jimmy yang kini berusia 36 tahun memutuskan untuk melakukan pelesir pertamanya ke Jepang, menemui pujaan hatinya.
Di perjalanan itu, Jimmy mengingat kembali kisah 18 tahun silam sebelum bekerja di Taipei, ketika ia masih bekerja paruh waktu di sebuah karaoke di kota Tainan tempat ia bertemu dengan cinta pertamanya, Ami (Kaya Kiyohara).
Gadis cantik yang berusia empat tahun lebih tua darinya itu membuat hatinya berdebar sejak pertama kali melihat.
Ami seorang gadis asal Jepang yang sedang melakukan solo backpacker kehilangan dompet dan memutuskan untuk bekerja di karaoke yang sama tempat Jimmy bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa kembali ke negara asalnya.
Keduanya pun menghabiskan hari-hari bersama. Kebersamaan itu membuat keduanya semakin dekat serta menumbuhkan benih-benih cinta di hati Jimmy.
Sayangnya, kebersamaan mereka harus berhenti ketika Ami memutuskan untuk kembali ke negaranya dengan satu alasan.
Sebelum kembali ke negaranya, Jimmy mengajak Ami menghabiskan waktu bersama, mereka pun berjanji akan bertemu lagi setelah mereka berhasil mewujudkan mimpinya masing-masing.
Saat di perjalanan menuju Jepang, Jimmy berhenti di beberapa stasiun dan menyambangi beberapa tempat yang banyak menyimpan memori indah saat ia remaja dulu.
Mengenang Jimmy remaja yang penuh semangat dan berapi-api membuat film ini terasa realistis saat ditonton. Masa muda Jimmy yang ambisius membuatnya diterima di salah satu universitas ternama.
Sayang, kuliahnya terlantar ia lebih memilih mengembangkan video game bersama seorang teman yang ia temui kali pertama menginjakkan kaki di kampus itu.
Tentu tak elok rasanya bila kisah ini terjadi tanpa konflik.
Konflik inilah yang menambah kesan sentimental sepanjang film.
Singkat cerita, Jimmy sukses mengembangkan permainan video game pertamanya dan membuka perusahaannya sendiri.
Perusahaannya semakin berkembang. Jimmy tenggelam dalam kesibukannya. Ia kemudian sadar bahwa ada ruang hampa di hatinya.
Di 45 menit terakhir film adalah tayangan yang paling penting dan paling emosional. Penonton mulai bisa menemukan jawaban atas apa yang sebenarnya Jimmy cari di perjalanannya ke Jepang. Romansa manis yang diciptakan di awal film berbalik menjadi cerita yang mengharu biru dan meninggalkan kesan di hati, khususnya saya.
Buat kamu yang suka tontonan romansa manis dan pahit, film ini bisa jadi rekomendasi dan cocok jadi tontonan di akhir pekan ini.
"Berpelesir itu menyenangkan karena akhirnya tak bisa ditebak." (qiu)
Editor : Iskandar