RADARSEMARANG.ID - Kemenangan Raja Aegon di beberapa pertempuran menyebabkan Lord Staunton mengirim pesan untuk meminta bantuan kepada Ratu Rhaenyra.
Rhaenys datang bersama naganya Meleys, namun Ser Criston telah siap siaga dengan “Scorpion” senjata panah khusus untuk membunuh naga.
Aegon II dan Aaemond kemudian datang dengan menaiki naganya masing-masing membuat alur pertempuran makin memanas, ketiganya bertarung diatas langit Rooks Rest dengan sengit.
Pertarungan ini terlihat dari bawah dengan indah, bahkan diibaratkan ketiganya seakan-akan menari dengan naga menghiasi angkasa.
Pertempuran tersebut mengakibatkan kekalahan dari Ratu Rhaenyra dan membuat Aegon II bersama Aaemond sebagai pemenang yang langsung menuju ke Kings Landing.
Jaeharys langsung memutuskan ingin menyerang Kings Landing dengan menggunakan serangan menggunakan naga sebanyak-banyaknya, namun akibat berbagai pertempuran banyak dari naga-naga ini yang tak lagi memiliki penunggangnya.
Ia kemudian memanggil para “dragonseeds,” yakni anak-anak muda yang memiliki hubungan darah dengan House Targaryen maupun House Velaryon, meskipun mereka adalah keluarga jauh maupun seorang bastard.
Pihak Ratu Rhaenyra pun menyusun strategi dalam membalas kekalahan bertubi-tubi yang mereka alami. Mereka berhasil menjebak Aemond, Ratu Rhaenyra, Ser Otto Hightower dan Ratu Helaena.
Ratu Rhaenyra hanya mengeksekusi mati Ser Otto Hightower, kemudian ia berhasil duduk di Iron Throne yang agung dan memerintah kerajaan dari sana.
Ser Criston dan pasukan Aegon II akhirnya mundur dari pertempuran menuju Crossed Elms namun tanpa diketahui bahwa ia sudah memasuki perangkap Rhaenyra.
Tempat tersebut telah menjadi titik kamuflase pasukan Rhaenyra yang bersembunyi untuk melakukan serangan sacara mendadak. Para River lord melakukan serangan tiba-tiba kepada pasukan Aegon dan Ser Criston Cole, yang menyebabkan Ser Criston terbunuh dalam penyerangan ini.
Di Pertempuran Tumbleton pertama, tak disangka pasukan kubu Aegon pimpinan Ormund Hightower yang kalah jumlah akhirnya mampu menang setelah dua dragonseed, Hugh Hammer dan Ulf the White, berpindah kubu mendukung Aegon II.
Aegon II yang melarikan diri dengan bantuan Lord Larys Strong dari King’s Landing tiba di Dragonstone, berbekal aliansi warga lokal yang mengkhianati Rhaenyra, Aegon II berhasil merebut Dragonstone. Baela Targaryen, anak dari Daemon, ditangkap setelah naganya berhasil dibunuh oleh Sunfyre.
Pada malam dimana terjadi kerusuhan King’s Landing saat para warga menyerang Dragonpit dan membunuh semua naga yang ada disana. Rhaenyra menyadari King’s Landing dalam kekacauan memilih menyelamatkan diri ke Duskendale.
Tak lama kemudian pecah Pertempuran Tumbleton yang kedua dimana Prince Daeron sang pewaris Iron Throne dan naganya terbunuh. Hal ini membuat Hugh Hammer, Ser Horbert Hightower bersama Ulf the White bunuh diri dengan meminum racun. Addam Velaryon dan naganya kemudian mati setelah mengalahkan naga milik Daemon dan Hugh yang telah tak memiliki penunggang.
Rhaenyra akhirnya kembali ke Dragonstone untuk menetaskan telur naga yang tersisa disana, namun mendapati bahwa Dragonstone telah direbut oleh kubu Aegon II.
Aegon II kemudian menangkap Rhaenyra dan Aegon the Younger – anak dari Rhaenyra. Aegon II kemudian mengeksekusi Rhaenyra, didepan Aegon the Younger dengan menjadikan Rhaenyra sebagai makanan untuk Sunfyre, seekor naga emas milik Aegon II.
Source: Id Thrones, Wiki of Ice and Water
Editor : Baskoro Septiadi