RADARSEMARANG.ID - Menjadi 'sembuh' secara fisik dan psikis merupakan hal yang penting dalam mencoba untuk menjalani sebuah hubungan.
Kita tentunya tak ingin jika dalam berjalannya waktu, rasa sakit yang disebabkan oleh traumatik di masa lalu timbul dan mengacaukan hubungan yang sedang dijalani.
Dalam artian lebih kompleks, hubungan yang tidak sehat biasanya dialami oleh kedua belah pihak yang belum sembuh dari rasa traumatik yang pernah mereka lalui.
Biasanya kita berpatokan dengan keinginan untuk merubah sisi tersebut, namun tanpa disadari perubahan tersebut juga tak bisa dipaksakan.
Ada yang melalui waktu perlahan, ada juga yang bisa sembuh dengan sendirinya. Tergantung dari kondisi psikologis dari orang yang bersangkutan.
Dalam film All The Bright Place yang merupakan film adaptasi dari novel berjudul sama karya Jennifer Niven pada tahun 2015.
Film yang diperankan oleh Elle Fanning dan Justice Smith ini menggambarkan bagaimana kesehatan mental berperan penting dalam jalannya sebuah hubungan.
Menceritakan bagaimana Violet (Elle Fanning) harus merasakan depresi terkait rasa traumanya dengan kematian sang kakak yang mengalami kecelakaan mobil bersamanya.
Rasa trauma serta rasa bersalahnya mengalahkan segala rasionalitasnya memandang kehidupan, di posisi tersebut Violet hanya ingin menyusul sang kakak menuju alam baka.
Tekad Violet telah bulat, ia ingin mengakhiri nyawanya tepat disebuah jembatan yang menjadi tempat terakhirnya bersama sang kakak saat terjadi kecelakaan.
Namun disaat bersamaan Violet bertemu dengan Theodore (Justice Smith) teman sekelasnya yang memiliki kepribadian unik sedang melakukan olahraga jogging.
Disinilah awal pertemuan mereka berkembang menjadi sangat dekat. Theodore memberi tahu banyak hal menarik serta menyenangkan yang dapat dilakukan di kota kecil tempat mereka tinggal.
Baca Juga: Tattoo Semicolon, Tanda Baca Bermakna Dalam dan Bagian Penting Dari Gerakan Kesehatan Mental Dunia
Theodore juga lah yang mengajarkan Violet untuk kembali berani untuk menghadapi hidup kedepannya, kembali untuk mengatasi traumanya dan tak dipungkiri menjadi alasan Violet untuk menjadi baik-baik saja.
Violet kemudian menjadi sosok yang sama seperti dulu saat ia belum merasakan traumatik PTSD (Post Traumatic Stress Dissorder). Ia merasakan kembali kebahagiaan dan menjadi gadis yang ceria berkat Theodore
Theodore menjadi tempat aman sebagai tempat penyembuhan Violet dari masalah yang dirasakannya. Keduanya terlibat dalam kisah asmara yang menyenangkan sampai berhasil mengecoh semua orang bahkan penonton, jika Theodore juga menyimpan rasa 'sakit'.
Salah satu ucapan Theodore yang paling di-highlight sebagai tema dari film ini adalah : “Ada keindahan di tempat yang tak terduga dan ada tempat-tempat yang terang bahkan di masa kelam”.
Konsekuensi dari menyembuhkan pihak yang lebih dulu 'sakit' adalah menyembunyikan luka yang begitu dalam dirasakan. Dan seiring berjalannya waktu luka itu kembali naik ke permukaan dan mengacaukan semuanya.
Source: IMdb, Netflix
Editor : Baskoro Septiadi