RADARSEMARANG.ID - His Only Son adalah sebuah film berunsur religi hasil produksi perusahaan RockBridge Productions yang dirilis pada 30 Agustus 2023 dan diproduseri oleh David Helling, Roman Medjanov, dan Mike Kaney II.
Film berdurasi 1 jam 41 menit ini disutradarai oleh David Helling, yang sebelumnya juga sering menyutradarai film-film religi lain seperti film Fall of Man dan Road to Emmaus.
Film ini mengisahkan tentang salah satu peristiwa di Kitab Suci Perjanjian Lama yang dianggap paling kontroversial.
Cerita ini berkisah tentang Abraham (Ibrahim) yang diperintahkan oleh Tuhan untuk mengorbankan anaknya, Isaac (Ishak) di Gunung Moria.
Film ini menuai kontroversi di Indonesia akibat dari alur ceritanya yang dianggap menyesatkan dan tidak sesuai dengan pemahaman umat Islam tentang sejarah Nabi Ibrahim AS.
Film ini ditayangkan secara terbatas di seluruh bioskop Indonesia.
Mengisahkan Hidup Abraham
Film ini mengisahkan tentang ketaatan Abraham terhadap perintah Tuhan.
Film ini dibuka dengan Tuhan yang memerintahkan Abraham untuk mengorbankan anak laki-lakinya yaitu Ishak sebagai korban persembahan.
Dalam perjalanan Abraham menuju Gunung Moria yang adalah tempat suci untuk mengorbankan persembahan, penonton diberikan kilas balik tentang kehidupan Abraham sebelumnya ketika pertama kali dia dijumpai oleh Tuhan sampai ke janji Tuhan bahwa dirinya akan dikaruniai seorang anak di usia istrinya Sarah yang sudah tua.
Film ini memberikan pesan ketaatan, kesabaran, kasih, kebijaksanaan, dan keberanian yang digambarkan dalam diri Abraham.
Melibatkan Donasi Dalam Pembuatan Film
Film ini dibuat oleh Angel Studios yang merupakan studio yang sama dalam perilisan film The Chosen dan The Wingfeather, keduanya merupakan proyek besar yang sukses dan populer.
Proyek ini menerima rating sebesar 72% dari Angel Guild dengan 64.000 donatur yang memberikan lampu hijau dalam pembuatan proyek.
Angel Studio menggalang dana untuk anggaran pemasaran dan iklan dengan jumlah total sebesar 1 juta US Dollar.
Menurut Sutradara David Helling hal ini berhasil melampaui ekspektasi mereka. Dirinya mengaku proyek ini berhasil mencapai target penuh yang ingin mereka capai.
Penuh Kontroversi
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa film ini menuai banyak kontroversi.
Helling mengungkapkan jika dirinya sudah memprediksi akan kontroversi ini, karena kisah dari kitab suci ini agak membingungkan dan menimbulkan pertentangan terutama bagi orang-orang non-kristen.
Sedangkan, orang kristen sendiri sering kali tidak benar-benar paham untuk menjawab kritik terhadap cerita ini.
Kisah di dalam His Only Son diangkat mengikuti apa yang benar-benar tertulis dalam teks Alkitab.
Helling yakin film tersebut dapat berfungsi sebagai bentuk apologetika dan pendidikan. (mg3/bas)
Editor : Baskoro Septiadi