RADARSEMARANG.ID - Bulan Juli 2024 akan menyuguhkan film horor Janji Darah yang mengguncang bioskop Indonesia.
Film Janji Darah, akan membawa para penonton menyelami teror mencekam yang dialami pasangan muda.
Menurut informasinya, film horor Janji Darah terinspirasi pada kisah nyata sutradara, Sentot Sahid.
Sang Sutradara melengkapinya dengan bumbu fiksi untuk menciptakan premis teror masa lalu pasangan muda pada film ini.
Sentot Sahid mengungkapkan bahwa, sejak masa kecilnya ia telah memiliki kemampuan untuk melihat makhluk halus.
Salah satu saudara sepupunya juga memiliki kemampuan merasakan kehadiran mahkluk tersebut, meski tidak dapat melihatnya secara langsung.
Berawal dari pengalaman itu, Sentot mulai mengembangkan ceritanya hingga makhluk halus itu mulai meneror pasangan suami istri muda.
Berikut sinopsis film horor Janji Darah yang terinspirasi dari kisah nyata sang sutradara, Sentot Sahid.
Janji Darah menceritakan kisah pasangan muda (Rayhan dan Sheren) yang tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka setelah setahun menikah.
Kebahagiaan mereka menanti sang buah hati berubah menjadi teror mencekam ketika mereka diteror oleh makhluk halus.
Teror tersebut tidak hanya mengganggu ketenangan mereka, tetapi juga mengancam keselamatan Rayhan, Sheren, dan calon bayi mereka.
Semakin hari, teror semakin parah dan membawa mereka ke dalam misteri kelam yang berhubungan dengan masa lalu Rayhan.
Terungkap bahwa teror yang menghantui mereka berkaitan dengan janji yang pernah dibuat Rayhan di masa lalu dengan sepupunya, Dinda.
Mereka berdua sama-sama memiliki indera keenam, dan berjanji untuk saling melindungi meski Dinda sudah meninggal lebih dulu.
Menurut dugaan Rayhan, sepupunya tersebut datang menagih janji masa lalu yang kemungkinan besar tidak bisa dipenuhi dengan mudah.
Film horor Janji Darah ini dibintangi oleh Natasha Wilona, Emir Mahira, dan Kenny Austin. Mereka patut diajungi jempol saat memerankan karakter ketakutan dan terancam.
Selanjutnya, Film Janji Darah dijadwalkan tayang mulai 4 Juli 2024 di bioskop Indonesia.
Editor : Baskoro Septiadi