Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sinopsis Film Dilan 1983: Who Ai Ni, Kisah Nostalgia Cinta Lintas Budaya di Masa Kecil

Aris Hariyanto • Jumat, 31 Mei 2024 | 01:16 WIB
Sinopsis Film Dilan 1983: Who Ai Ni.
Sinopsis Film Dilan 1983: Who Ai Ni.

RADARSEMARANG.ID - Film “Dilan 1983: Who Ai Ni” siap membawa Anda kembali ke era penuh nostalgia tahun 80-an.

Film ini merupakan sekuel dari film Dilan 1990 dan mengisahkan tentang kelanjutan kisah cinta Dilan dan Milea.

Meski demikian, film “Dilan 1983: Who Ai Ni” kali ini menceritakan Dilan semasa kecil yang merupakan awal dari trilogi film Dilan lainnya.

Selain itu, film ini juga menjadi sebuah jembatan penghubung masa lalu dan masa kini dalam perjalanan cinta lintas budaya yang berbeda.

Kisah ini mengambil latar belakang tahun 1983, sebuah periode yang penuh dengan dinamika sosial dan politik di Indonesia.

Sinopsis film Dilan 1983 Who Ai Ni menceritakan dunia Dilan yang kembali ke Bandung setelah mengikuti ayahnya bertugas di Timor Timur.

Kembalinya Dilan ke kota kembang tidak hanya membawa cerita tentang pertumbuhan dan persahabatan, tetapi juga tentang cinta pertama yang tulus dan polos.

Dilan, yang diperankan dengan apik oleh Muhammad Adhiyat, bertemu dengan Mei Lien, gadis Tionghoa yang diperankan oleh Malea Emma.

Ternyata, Dilan terpesona dengan kepribadian Mei Lien dan memutuskan untuk mempelajari bahasa Mandarin agar bisa lebih dekat dengannya.

Berbeda dengan cerita Dilan di film sebelumnya, “Dilan 1983: Wo Ai Ni” menggambarkan kisah cinta remaja sederhana atau cinta monyet.

Di film ini, Dilan tampak terlihat nakal sejak kecil, dan hal ini membuat Mei Lien marah dan enggan mendekatinya dan menjadi tantangan bagi Dilan.

Sementara itu, Ibu Dilan (Ira Wibowo) selalu menunjukkan sikap yang baik kepada perempuan yang dekat dengan anak laki-lakinya tersebut.

Ibu Dilan bahkan sering mengundang Mei Lien untuk datang ke rumah mereka, baik untuk belajar maupun bermain bersama Dilan.

Film “Dilan 1983: Wo Ai Ni” bukan hanya tentang nostalgia cinta, tapi juga ada cerita petrus dari peristiwa penembakan misterius yang mengingatkan kita akan sejarah Orde Baru.

Selain itu, film ini juga mengandung nilai-nilai keluarga, dan dinamika pergaulan di bangku SD.

Film "Dilan 1983: Wo Ai Ni" disutradarai oleh Fajar Bustomi dengan sentuhan humanis dan empati yang mendalam dalam mengemas ceritanya.

Sedangkan penayangan film ini dijadwalkan tayang pada 13 Juni 2024 di bioskop Indonesia.

Editor : Baskoro Septiadi
#cinta lintas budaya #kisah cinta Dilan dan Milea #film dilan #Mei Lien #Dilan 1983 Who Ai Ni #fajar bustomi #Dinamika sosial #Sinopsis Film Dilan 1983 Who Ai Ni #sejarah Orde Baru #ira wibowo #nostalgia #dilan #Petrus