Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sinopsis Lengkap Film Bayi Ajaib, Hadirkan Adegan-Adegan Ikonik

Agus AP • Minggu, 29 Januari 2023 | 19:25 WIB
Photo
Photo
RADARSEMARANG.ID - Bayi Ajaib (1982) menjadi salah satu film horor Indonesia yang melegenda. Sutradara Rako Prijanto mencoba membuat ulang dengan judul yang sama. Beberapa adegan traumatis di film pertama pun turut dihadirkan.

Tak hanya judulnya yang sama. Rako Prijanto juga tampak berusaha keras mengembalikan latar tahun ’80-an seperti pada film aslinya. Ceritanya nyaris sama. Kosim (Vino G. Bastian) mendadak kaya setelah menemukan emas di sungai Hirupbagja. Namun, Kosim menjadi sosok yang kejam dan kasar. Meski begitu, dia sangat menyayangi sang istri, Laras (Sara Fajira) yang kemudian mengandung anak pertama mereka.

Di masa kehamilan itu, Laras sempat terperosok ke makam Albert Dominique (Willem Bevers) yang dahulu merupakan penguasa desa tersebut. Kejadian itu ditengarai merupakan ulah Dorman (Adipati Dolken), dukun hitam yang haus kekayaan. Begitu anak tersebut lahir, dia dirasuki oleh arwah Albert yang bersikap aneh dan terus memburu korban. Hal itu diperparah dengan sikap Kosim yang cenderung tidak percaya pada sikap putranya yang tidak wajar.

Penonton Bayi Ajaib (1982) di masa kecil mungkin masih mengingat beberapa scene yang traumatis dan membekas di pikiran hingga kini. Misalnya, ketika putra Kosim tidak dapat dikhitan, tapi malah membuat pisau khitannya bengkok. Scene itu pun ada di film remake tersebut. Beberapa adegan film itu berhasil memicu trauma dan nostalgia dengan bungkus yang lebih rapi.


 


Scene brutal pun ditampilkan dengan lebih eksplisit dibandingkan film pertamanya. Kebrutalan bayi ajaib terasa lebih mencekam meski tak seikonik film aslinya. Bagi penonton film lawasnya, Bayi Ajaib bisa menjadi sosok yang menakutkan. Tapi bagi beberapa penonton baru yang lebih muda, beberapa hal dalam Bayi Ajaib mungkin terasa cringe dan kocak. Kendati demikian, Rako cukup berhasil menghadirkan kengerian tahun 1980-an.

Hal itu pun disadari oleh Vino bahkan sejak dia membaca skenarionya. ’’Ketika ditawari film Bayi Ajaib dan itu masih membekas di gue, kayaknya sulit untuk menolak salah satu film legendaris horor Indonesia. Apalagi ada Mas Rako sebagai sutradara dan baca skripnya yang buat gue ini kayak penyempurnaan dari Bayi Ajaib yang dulu,’’ kata Vino.

Bukan hal mudah bagi Vino menghidupkan lagi karakter yang dulu dimainkan dengan apik oleh aktor spesialis antagonis Muni Cader. Namun, Vino berhasil melakoninya meski jadi terkesan dia hanya menduplikasi sosok Kosim versi Muni Cader.

Sementara itu, Adipati menyebut dirinya harus keluar dari zona nyaman dengan berperan sebagai sosok dukun antagonis. ’’Karakter yang selama ini gue cari-cari dan akhirnya dapat di sini,’’ kata Adipati.



Beberapa karakter pendukung dari film lamanya dihadirkan kembali, misalnya bidan dan dukun bayi. Namun, kali ini mereka diberi porsi cerita yang lebih masuk akal dan terhubung dengan cerita bayi ajaib itu sendiri. Sementara itu, sosok bayi ajaib dipertahankan dengan penampilan yang hampir sama seperti film lamanya. Sosok tersebut menghantui semua karakter dan penonton lintas generasi.

’’Kata ajaib itu menggarisbawahi supaya orang fokus melihat ke sosok bayi ajaib itu, kayak ajaibnya apa nih? Oh, ternyata ajaibnya jadi tua dan ternyata sosok tua itu menghantui lho, enggak cuma kuntilanak atau genderuwo,’’ kata Rako.

Scene pantulan wajah bayi ajaib di bak mandi dalam Bayi Ajaib (1982) menjadi scene yang paling traumatis bagi Vino. Bahkan usai menonton film itu saat masih kecil, Vino menjadi takut ke kamar mandi sendirian. Scene terberat, menurut Sara Fajira, adalah ketika karakter Laras yang diperankannya melahirkan sosok bayi ajaib. Sara berhasil memerankannya dengan natural dan penuh ketegangan.

Sara sempat merasakan aura mistis di lokasi syuting. Bahkan, beberapa kali dia merasa hampir dirasuki oleh sosok makhluk gaib.

Adipati sempat mempelajari sedikit bahasa Portugis sebelum syuting. Hal itu dilakukannya agar scene berbahasa Portugis dapat dilakukan dengan lancar. Menurut dia, bahasa itu adalah bahasa yang sulit karena sukar diingat. (adn/c6/ayi)

BAYI AJAIB

Sutradara: Rako Prijanto

Penulis: Alim Sudio

Pemeran: Vino G. Bastian, Adipati Dolken, Sara Fajira, Desy Ratnasari, Teuku Rifnu Wikana, Rayhan Cornelis Vandennoort

Didasarkan Dari: Bayi Ajaib (1982)

Sinematografer: Sony Seniawan

Perusahaan Produksi: Falcon Black

Tanggal Rilis: 19 Januari 2023

Durasi: 99 menit Editor : Agus AP
#film indonesia #Bayi Ajaib (1982) #film #film bayi ajaib