RADARSEMARANG.ID - Kecintaan terhadap dunia si kulit bundar tidak selamanya harus diwujudkan dengan menjadi pemain bintang di tengah lapangan hijau.
Bagi Azka Alfi Rijalul Fikri, pemuda asal Kabupaten Temanggung, kecintaan tersebut justru ia tumpahkan melalui goresan kuas digital yang kini sukses menembus panggung sepak bola dunia.
Karya-karya ilustrasi ciamik milik pemuda kelahiran 1996 ini telah digunakan oleh deretan klub raksasa Eropa. Mulai dari ACF Fiorentina, AS Roma, Juventus, Liverpool, RCD Mallorca, Borussia Dortmund, hingga Manchester United.
Azka mengakui bahwa sejak kecil ia memang memiliki dua kegemaran besar: menggambar dan menonton sepak bola. Sadar dirinya tidak memiliki keterampilan fisik untuk mengolah bola di lapangan, ia memilih jalannya sendiri untuk tetap bisa merayakan olahraga paling populer di bumi tersebut.
"Saya suka sepak bola, cuma tidak bisa main bola. Bisanya gambar. Jadi saya menyukai bola dengan cara saya sendiri, salah satunya dengan menggambar," ungkap alumni SMAN 1 Temanggung ini.
Menariknya, latar belakang pendidikan formal Azka sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia seni rupawan. Ia merupakan seorang lulusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip).
“Kemampuannya meramu visual dan anatomi gambar sepenuhnya dipelajari secara otodidak dengan memanfaatkan ruang digital dan media sosial tanpa pernah mengikuti kursus formal,” akunya.
Gerbang karier profesionalnya terbuka luas saat ia bergabung dengan komunitas Indonesia Football Artists pada periode 2017–2018. Momen pembukanya datang ketika ia dilibatkan dalam proyek menyambut laga perpisahan sang legenda AS Roma, Daniele De Rossi.
Berbeda dengan ilustrator lain, Azka menabrakkan sosok sang kapten dengan elemen visual wayang khas Indonesia. Pendekatan kultural inilah yang membuat namanya langsung dilirik di tanah Italia.
“Bakat memang menjadi salah satu modal. Namun, bakat tanpa kemauan untuk belajar tidak akan cukup untuk berkembang. Ada bumbu-bumbu bakatnya, tapi juga ada belajarnya sendiri. Kalau bakat cuma tidak diasah ya sama saja. Saya belajar sendiri dari media sosial, tidak les," katanya.
Sejak saat itu, proyek demi proyek dari klub papan atas Eropa terus mengalir ke mejanya. Salah satu pencapaian yang paling membekas di hatinya adalah saat berkolaborasi dengan raksasa Turin, Juventus.
Kala momen Idul Adha tahun lalu, Juventus meminta dibuatkan ilustrasi bertema hari besar tersebut. Azka mengusulkan visual Masjid Menggoro yang terletak di Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, lengkap dengan prosesi kurban khas masyarakat Jawa.
"Biasanya per project. Jadi satu project selesai, ya selesai. Kemudian ada pertandingan atau momen lain, baru ada project lagi," jelasnya.
Karya yang menampilkan detail sepatu lancip yang menjadi ciri khas seni Azka itu sukses memperkenalkan tanah kelahirannya ke jutaan pasang mata di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya di luar negeri, di kancah domestik Azka juga aktif merancang tifo (bendera raksasa) saat Persib Bandung meraih gelar juara serta membuat ilustrasi Timnas Indonesia saat menghadapi Argentina, di mana ia secara jenaka menggambarkan Lionel Messi sedang bermain bola plastik di perkampungan warga.
"Saya beberapa kali mengerjakan proyek untuk klub favorit saya, Liverpool. Kalau di puncak tertinggi nanti, saya ingin sekali mengerjakan proyek untuk rival mereka, Manchester United. Saya penasaran bagaimana rasanya bekerja untuk tim yang sebenarnya tidak saya sukai," pungkasnya. (dev)
Editor : Baskoro Septiadi