Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seri Sejarah Dunia, 6 Mei 1941 Joseph Stalin Jadi Perdana Menteri Rusia Seumur Hidup

Tasropi • Senin, 6 Mei 2024 | 19:30 WIB
Foto Joseph Stalin berdampingan dengan Vladimir Lenin yang dimodifikasi menjadi berwarna.
Foto Joseph Stalin berdampingan dengan Vladimir Lenin yang dimodifikasi menjadi berwarna.

RADARSEMARANG.ID, BERBICARA sejarah dunia, banyak peristiwa yang bisa dicatat dan jadi pengetahuan manusia. Jika kita merunut masa lalu maka hampir setiap waktu ada saja peristiwa yang dapat diambil menjadi pelajaran bagi manusia.

Sejumlah peristiwa penting juga terjadi pada tanggal 6 Mei. Khususnya yang terjadi menjelang berakhirnya Perang Dunia 2, tepatnya tahun 1941.

Hari ini pada tahun 1941 ‎Joseph Stalin diangkat menjadi Perdana Menteri Rusia menggantikan pendahulunya Vyacheslav Molotov.

Baca Juga: Ruth Netasya Maharani Ravanda, Menari di Depan PM Singapura

Tokoh revolusi keturunan Georgia ini bernama lengkap Iosif Vissarionovich Stalin menjadi Perdana Menteri seumur hidup di Rusia.

Stalin juga merupakan Sekjen Partai Komunis Uni Soviet. Dia mengawali karir revolusioner dengan bergabung bersama Partai Buruh Demokrat Sosial Rusia yang berpedoman pada Marxisme.

Stalin jugalah salah satu tokoh yang membakukan gagasan-gagasan Karl Marx dan Lenin menjadi paham Marxisme-Leninisme.

Stalin sosok kepala pemerintahan yang kebijakannya cukup populer di dunia. Dia pulalah yang mendukung gerakan antifasis di dunia.

Stalin menjadi Kepala Pemerintahan Uni Soviet pada pertengahan era 1920-an sampai akhir hayatnya tahun 1953.

Stalin salah satu dari tujuh anggota pertama Politbiro, ketika Revolusi 1917, bersama Lenin, Zinoviev, Kamenev, Trotsky, Sokolnikov dan Bubnov.

Kemudian, Stalin diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Komite Sentral partai di 1922. Setelah kematian Vladimir Lenin tahun 1924 melalui kritik Lenin (dalam postscript wasiat), mengkonsolidasikan kekuasaan.

Stalin memperluas fungsi perannya dan menghilangkan para oposisi. Stalin tetap menjadi sekjen sampai posisi itu dihapuskan pada tahun 1952.

Stalin menjadi Perdana Menteri Uni Soviet dari tahun 1941 hingga meninggal.

Di masa Stalin, Kebijakan Ekonomi Baru diganti dengan Sosialisme di Satu Negara, yang dianggap sistem ekonomi komando yang terpusat.

Sistem ini bertentangan dengan pandangan Leon Trotsky bahwa sosialisme harus menyebar melalui revolusi internasional terus menerus.

Stalin memulai masa industrialisasi dan kolektivisasi dengan memaksa masyarakat agraris menjadi kekuatan industri. Jutaan orang di masa Stalin harus masuk kamp kerja paksa bernama Gulag.

Di masa Stalin terjadi bencana kelaparan di Soviet pada tahun 1932-1933, yang dikenal sebagai Holodomor di Ukraina.

Kurun waktu 1934 hingga 1939, Stalin mengadakan 'pembersihan massal' di jajaran partai, pemerintah, angkatan bersenjata dan kaum intelektual.

Jutaan orang hasil pebersihan itu diklaim Stalin sebagai musuh dari kelas pekerja. Mereka dipenjara, diasingkan bahkan dieksekusi. Sebagian diantaranya tanpa peradilan.

Agustus 1939, Stalin menandatangani pakta non-agresi dengan Nazi Jerman. Jerman tetap saja melakukan invasi besar-besaran ke Uni Soviet pada Juni 1941.

Meski harus mengorbankan banyak nyawa, pasukan Soviet berhasil berhasil menahan serangan Nazi, setelah pertempuran Moskow dan Stalingrad.

Setelahnya Tentara Merah Uni Sovyet menyerang Jerman hingga ke Berlin pada pertengahan tahun 1945.

Setelah perang berakhir, hegemoni Uni Sovyet di Eropa bagian timur menguat. Sovyet juga dijuluki 'Tirai Besi' berkat kekuasaan Stalin.

Kematian Stalin yang mendadak pada bulan Maret 1953 akibat stroke mengejutkan dunia dan menyebabkan perebutan kekuasaan di jajaran pemerintahan Soviet.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti berpendapat bahwa stroke yang dialami Stalin tidak wajar dan berpotensi disebabkan oleh salah satu letnannya yang meracuninya dengan warfarin atau antikoagulan serupa.

Akan tetapi berdasarkan bukti-bukti yang ada, peneliti lain menyimpulkan bahwa perjalanan penyakit Stalin dan sifat warfarin membuatnya sangat kecil kemungkinannya bahwa ia dibunuh dengan sengaja.

Editor : Tasropi
#partai komunis #uni soviet #Joseph Stalin #Perdana Menteri Rusia #seumur hidup #kerja paksa