Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ratusan Warga Jangli Gabeng Ikuti Nyadran Sentono, Setelah Bersihkan Makam Leluhur, Air Kendi Jadi Rebutan

Figur Ronggo Wassalim • Sabtu, 3 Februari 2024 | 16:53 WIB
NIKMAT: Ratusan Warga Kampung Jangli Gabeng RW 2, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang makan bersama saat nyadran di Makam Sentono, Jumat (2/2). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NIKMAT: Ratusan Warga Kampung Jangli Gabeng RW 2, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang makan bersama saat nyadran di Makam Sentono, Jumat (2/2). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Ratusan warga Kampung Jangli Gabeng RW 2 Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang sangat khidmat mengikuti nyadran di Makam Sentono Jumat (2/2).

Kegiatan nyadran Makam Pepunden Sentono Nyai Djadjangaren Jangli berlangsung setiap Jumat Wage pada Bulan Rajab.

Dimulai pukul 07.00, warga membersihkan area makam menggunakan peralatan seperti sabit, dan sapu. Dilanjutkan menyiapkan tempat untuk melakukan doa bersama dan makan bersama di area makam.

Baca Juga: Cerita Para Penggali Kubur dan Perawat Makam di Kota Semarang, Sudah Terbiasa dengan Hal Mistis

Terlihat, para sesepuh melakukan ritual dengan menancapkan dupa di sekitar penjuru area makam, pohon, dan makam leluhur. Mereka berdoa meminta restu agar kegiatan nyadran berlangsung dengan lancar dan mendapatkan keberkahan.

Tak berselang lama, warga berbondong-bondong datang dengan membawa dunak berisi nasi tumpeng. Selain itu, ada juga yang membawa berbagai jenis lauk.

Ada ayam ingkung, mi goreng, ikan asin atau gereh, dan kering tempe atau tahu. Ada juga yang membawa ketan srundeng, kendi berisi air, dan kolak pisang yang manis.

Sesampainya di area makam, daun pisang dihamparkan. Kemudian makanan yang dibawa ditaruh di atasnya. Para warga berdoa bersama dengan khusyuk.

Setelah berdoa bersama, warga saling bersalam-salaman. Lalu mereka memakan makanan yang telah disediakan dengan lahapnya.

Kegiatan nyadran ditutup dengan pembagian air kendi yang telah didoakan di atas makam.

Salah seorang warga, Suyatmi, tampak ikut berebut air kendi yang telah didoakan. Ia berharap semua warga yang hadir saat nyadran dapat diberikan keberkahan tersendiri.

"Semoga bisa naik pangkatnya, panjang umurnya, dan sehat badannya. Sedangkan air kendi ini supaya rizkinya semakin lancar, hidup menjadi nyaman dan tentram," ujarnya.

Ketua RW 2 Kelurahan Jangli Saiful Anas menjelaskan, Nyadran Makam Sentono diadakan setiap tahunnya yang merupakan tradisi dari para leluhur.

"Bahkan sejak zaman Kerajaan Majapahit, kami doakan bersama," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan nyadran merupakan tradisi adat Jawa untuk mempererat silaturrahmi antarwarga Jangli Gabeng.

Selain itu, Mbah Sentono dipercaya sebagai pendiri Kampung Jangli Gabeng sekaligus pejuang dan penyebar agama Islam.

"Kami berharap warga meneruskan perjuangan beliau agar tetap gemah ripah loh jinawi," ujarnya. (fgr/mg6/ton)

Editor : Tasropi
#makam leluhur #penyebar agama islam #air kendi #Bulan Rajab #Nyadran