Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Hasto Edi Setiawan, Seniman Patung Bergerak yang Sudah Ciptakan Patung Lele hingga Penghuni Jurassic Park

Figur Ronggo Wassalim • Jumat, 19 Januari 2024 | 17:17 WIB
Proses pembuatan patung Srikandi setinggi 4 meter yang dikomandani Iwan Hasto di Jalan Pusponjolo Selatan Nomor 33, Kelurahan Salaman, Semarang Barat. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Proses pembuatan patung Srikandi setinggi 4 meter yang dikomandani Iwan Hasto di Jalan Pusponjolo Selatan Nomor 33, Kelurahan Salaman, Semarang Barat. NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID - Berbagai patung yang bisa bergerak menjadi daya tarik berbagai tempat wisata di Indonesia. Mulai dari ikan lele hingga dinosaurus. Semua berasal dari sebuah bengkel di Semarang.

Begitu masuk sebuah bengkel di Jalan Pusponjolo Selatan Nomor 33, Kelurahan Bojong Salaman, Semarang Barat, terlihat sebuah patung setinggi 4 meter berdiri.

Sejumlah orang tampak serius menampilkan sosok tokoh wayang Srikandi pada patung tersebut. Salah satunya Hasto Edi Setiawan, seniman sekaligus pemilik bengkel tersebut.

Seniman yang akrab disapa Iwan Hasto ini sudah tenar di kalangan pencinta seni patung bergerak atau patung animatronik.

Karyanya sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai taman hingga mal. Seperti patung animatronik beragam hewan dinosaurus, mulai Triceratop dengan cula tiga, Velociraptor, T-rex, hingga Stegosaurus. Layaknya hewan-hewan dalam film Jurassic Park.

Keterampilan seni Iwan tak lepas dari ilmu yang diperolehnya saat kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 1996. Pria kelahiran 1974 ini mengambil jurusan kriya kulit.

Namun, ia kurang puas berekspresi melalui seni kriya tersebut, karena bahannya terbatas hanya kulit.

Pada 1999, Iwan kemudian banting setir menggeluti Seni Patung, tetap di ISI Yogyakarta. Ia tertarik dengan patung karena bahan dan materi lebih bervariatif. Bahkan, tidak terbatas.

"Ketertarikan saya kepada bahan, sebisa manakah saya mengalahkan bahan tersebut agar menciptakan karya seni," katanya.

Selain itu, sebelum kuliah di ISI Yogyakarta, Iwan memiliki keterampilan di bidang elektronika.

Iwan merupakan alumnus jurusan listrik ST Negeri 67 atau setara sekolah teknik tingkat SMP di Lemah Gempal. Iwan kemudian melanjutkan di STM Negeri 4 Semarang jurusan elektro.

"Saya memiliki basic teknik untuk memberi efek gerak patung atau menambahkan sensor, dan unsur lain. Sehingga patung yang semula hanya diam saja, saya kolaborasikan dan lebih menarik," jelasnya.

Anak ke delapan dari sembilan bersaudara ini berhasil menciptakan 10 karya yang mengkolaborasikan bentuk dan gerak.

Selain itu, banyak proyek yang dihasilkan melalui kolaborasi antara seni dan elektronik. Seperti animatorik dinosaurus, marionette string puppet di Surabaya dan masih banyak lainnya.

Bahkan, di Kota Semarang ada animatronik yang menjadi karyanya. Lihat saja patung lele sepanjang enam meter yang menghiasi Taman Lele. Adapula pohon bicara dan sapi yang bisa bergerak di Plalangan.

Menurutnya, karya satu patung akan dikerjakan keroyokan, tergantung ukurannya. Patung Srikandi setinggi 4 meter ada di bengkel, dikerjakan 6-7 orang.

"Kalau 2,5 meter animatronik, lima orang cukup dengan waktu satu bulan," jelasnya. (fgr/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#lele #dinosaurus #PATUNG