Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terungkap! Ternyata Ini Sosok Pembuat Patung Pangeran Diponegoro di Jalan Ngesrep Timur Semarang Menuju Undip

Figur Ronggo Wassalim • Jumat, 1 September 2023 | 16:33 WIB
Wahyudi dengan peralatan pembuat patung saat ditemui di rumahnya.
Wahyudi dengan peralatan pembuat patung saat ditemui di rumahnya.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wahyudi adalah salah satu seniman patung yang tinggal di Semarang. Sejumlah karya Wahyudi juga ditemukan sebagai tetenger wilayah di Kota Semarang.

Di antaranya patung Pangeran Diponegoro yang berada di ujung Jalan Ngesrep Timur V atau pintu masuk menuju kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang. Karya lainnya adalah patung Brimob di Mako Brimob Polda Jateng, Srondol.

"Tahun 80an saya dapat kenalan pemborong, saya ditawari order patung kuda (Pangeran Diponegoro) itu, dapat dilacak. Saat itu harganya Rp 3,5 juta, saat ini (setara) ratusan juta rupiah," jelasnya.

Bersama enam orang temannya, ia mengerjakan patung Diponegoro berkuda. IA membutuhkan sekitar enam truk pasir untuk menyelesaikan pesanan ini. "Membutuhkan waktu tiga bulan itu," katanya.

Saat ini, ia sedang membuat relief naga di akuarium yang bernilai Rp 7 juta. Membutuhkan waktu pengerjaan 17 hari. "Orderan ini dari orang lewat mampir, dari Jalan Sinabung," katanya.

Salah satu karyanya yang mahal adalah ketika mendapat pesanan membuat patung naga besar dari sebuah kelenteng di Belitung. Harganya mencapai Rp 150 juta.

"Orderan dari Belitung, Manado, dan Jakarta itu sering, meskipun tak terduga waktunya," katanya.

Ia juga sering mengerjakan proyek yang bertemakan seni. Seperti batas Kota Kebumen dan Karanganyar.

Saat ditemui di rumahnya, di Jalan Lumpo Batan, Kelurahan Kaliwiru, Kecamatan Candisari, Wahyudi tengah membuat relief naga.

Pria 72 tahun ini juga pernah ikut menggarap pesanan seni Bung Karno. Meski sudah berusia sembilan windu, ia tetap semangat ketika mendapat pesanan membuat patung.

 

Diceritakan, Wahyudi menggeluti dunia seni sejak kecil. Ia sudah akrab dengan lukisan, patung, dan pewayangan. "Pokoknya yang bernada seni, bercita-cita sejak kecil," katanya.

Hanya saja, saat kecil ia bukan dari kalangan berada. Wahyudi menempuh pendidikan sekolah rakyat (SR). "Terus sekolah sampai SLTP, tidak kuat, terus putus sekolah, saya ikut orang seni," katanya.

Meski awalnya belajar secara otodidak, akhirnya kemampuannya dalam bidang seni diakui juga.

Wahyudi tercatat pernah menjadi salah satu anak buah Harjadi Sumodidjojo dari Sanggar Sela Binangun, yang ditugasi Presiden Pertama Republik Indonesia Sukarno untuk membuat relief di Hotel Indonesia pada era 1961an. “Saya mengerjakan relief Bali,” katanya.

Ternyata Wahyudi tak suka di bawah perintah orang lain. Pada 1964 ia memutuskan untuk bekerja sendiri. Mulai membuat patung-patung dan dijual ke orang lain. Ternyata laku.

"Keliling seperti sales, kadang dapat pesanan di gereja, di kelenteng, pokoknya manut pesanan," ujarnya. (fgr/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bung Karno #semarang #seniman patung #UNDIP #TEMBALANG