RADARSEMARANG.ID, John terlanjur sakit hati. Istrinya pamit pergi bekerja. John pun mengizinkan. Karena memang saat itu kondisi ekonomi keluarga mereka sedang sulit.
John terlilit hutang. Tak bisa membayar. Terpaksa rumahnya pun harus dilelang oleh pihak bank.
Tak tinggal diam, Lady sebagai istri turut membantu sang suami. Waktu itu penawarannya cukup baik. Lady disuruh menjadi asisten rumah tangga (ART).
Bosnya orang luar negeri. Karena itulah gajinya bisa sampai dua digit. Merantaulah Lady ke luar kota. Harapannya bisa mengubah nasib keluarga menjadi lebih baik.
Tugas keduanya pun berbalik. Lady bekerja, John mengurus anak di rumah sembari mencari uang tambahan dengan kerja serabutan.
Dua tahun pertama berjalan lancar. Lady rutin kirim uang. Komunikasi berjalan baik. Setiap enam bulan sekali pasti pulang ke rumah. Pada tahun ketiga perubahan mulai terjadi.
Selain slow respon dalam menjawab pesan. Lady juga tidak pulang selama tiga tahun. Kiriman uang juga ikut mandeg.
Takut terjadi sesuatu pada istrinya. John Dori pun menyusul ke tempat kerja Lady Sandi. Berharap akan menjadi surprise.
Malah ia yang mendapat kejutan. Selama ini istrinya tak pulang karena telah menikah lagi. Parahnya lagi dari pernikahan sirinya, Lady telah dikarunia seorang anak.
“Dienteni ra tau bali omah, jebule rabi meneh. Sopo sing ra loro ati (Ditunggu tidak pernah pulang rumah, ternyata menikah lagi. Siapa yang tidak sakit hati),” kata John Dori.
Jalan terakhir pun dipilih. John memutuskan untuk berpisah. Kini keduanya masih menjalani sidang di Pengadilan Agama. Rumah tangga mereka berakhir ambyar.
“Milihe sing luwih ngganteng tur mapan, yo rapopo (Pilih yang lebih ganteng dan kaya, tidak apa-apa),” akunya. (kap/zal)
Editor : Agus AP