Mereka bisa menikah juga karena dispensasi kawin. Karena sudah hamil duluan. Lady pun tak bisa menolak. Ia kemudian menikah dengan John Dori.
Namun pernikahannya tak bertahan lama. Baru empat tahun bersama, rumah tangganya berantakan.
Lady tak sanggup dengan kelakuan suami dan mertuanya yang semena-mena. Setelah lama bertahan, ia baru berani menggugat cerai suaminya ke Pengadilan Agama.
“Mungkin ini efek dari perbuatan saya dulu. Menyesal sih, tapi mau gimana, nasi sudah menjadi bubur,” kata Lady.
Ibu dari satu orang anak ini menyesal. Pacarannya dulu sudah kelewatan. Lady pun tak bisa menikmati masa muda.
Sudah tidak lulus sekolah, ia juga harus menjadi dewasa sebelum umurnya. Usianya kini baru 22 tahun. Namun harus bersiap menjadi seorang janda.
“Janda muda rapopo lah ya masih banyak yang mau,” jawabnya sembari tertawa.
Lady bercerita, pernikahannya sejak awal tidak sehat. Karena belum punya penghasilan mereka tinggal di rumah orang tua. Di sinilah masalah mulai melanda. Suaminya disetir mertua.
Geraknya pun terbatas. Tidak boleh keluar rumah. Pergi berkunjung ke rumah ibunya saja tidak diizinkan, apalagi main dengan teman.
Sang mertua memang tak menyukainya. Sudah berusah menjadi menantu baik, usahanya sia-sia. Lady selalu terpojokkan. Mertuanya juga sering membuat gaduh. Mengadu dombanya dengan John Dori.
“Yang bikin jengkel itu aku suka dikatain malas-malasan, padahal semua kerjaan rumah aku yang pegang,” imbuhnya.
Yang paling parah mertuanya main pukul. Tubuhnya penuh dengan luka lebam. Tapi suaminya tak pernah membela.
Pasangan ini menjadi sering bertengkar. John lebih sayang ibunya. Karena itulah Lady mantap bercerai. Pernikahan keduanya berakhir ambyar.
“Nggak tahan lama-lama hidup kayak dipenjara, kan mau bebas juga,” pungkasnya. (kap/zal)
Editor : Agus AP