Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Salatiga ini Koleksi 45 Jenis Tanaman Mint dari Berbagai Negara, Fish Mint Beraroma Daging

Agus AP • Rabu, 14 Juni 2023 | 17:07 WIB
Erfix Bahtiar saat mengecek koleksi tanaman mint di kebunnya. (NURFA’IK NABHAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Erfix Bahtiar saat mengecek koleksi tanaman mint di kebunnya. (NURFA’IK NABHAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Hobi memiliki tanaman hias saat ini sudah mulai menjamur. Mulai dari tanaman hias yang diperuntukkan di taman maupun untuk mempercantik rumah. Mulai ukuran kecil maupun ukuran besar. Mulai dari harga yang murah hingga yang memiliki harga yang tinggi.

Erfix Bahtiar, salah satu warga Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga punya kriteria sendiri untuk tanaman yang dipelihara. Ia mengoleksi berbagai jenis tumbuhan mint dari berbagai negara. Setidaknya terdapat 45 jenis tumbuhan mint di kebunnya di Desa Cuntel, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Awal ketertarikan mengumpulkan berbagai jenis tumbuhan mint sejak pandemi Covid-19. Ketika itu ia bekerja sebagai tour guide yang mengantarkan wisatawan untuk mendaki gunung. "Tapi saat itu mendadak sepi pengunjung karena efek pandemi. Dan di rumah pun saya seorang personal trainer dan pelaku holti lifestyle, " ujarnya.

Ia mengetahui keberagaman tanaman mint tersebut dari beberapa wisatawan yang diantarnya saat mendaki gunung. Sejak saat itu ia mencari informasi tentang tanaman mint. Mulai dari jenis, kegunaan, hingga cara merawatnya.

Proses adaptasi dan pengembangan tanaman tersebut, ia lakukan di kediamannya. Karena banyak tanaman yang didatangkan dari luar negeri, maka harus dikarantina terlebih dahulu.

"Setelah mengerti perlakuannya dan setelah dapat edukasinya serta berkembang langsung saya bawa ke kebun. Tetapi banyak juga yang gagal dan akhirnya mati, " ungkapnya.

Tidak hanya itu, untuk mendapatkan pengetahuan tentang tanaman mint tersebut, ia juga belajar langsung dengan dosen Teknologi Pangan dari UKSW. Sehingga bisa mengetahui manfaat dan kandungan dari setiap jenis tanaman mint tersebut.

Erfix mengatakan, setiap tanaman mint memiliki kegunaannya masing-masing. Dari yang bisa digunakan untuk produk makanan dan minuman hingga untuk pengobatan. Hal tersebut bisa dibuktikan langsung dengan aroma khas daun mint tersebut. "Ini ada aroma seperti pasta gigi dari Chocolate Mint.

Kemudian aroma seperti permen karet dari Pappermint. Juga yang biasanya dipakai untuk produk inhaler yakni Japanese Mint, " jelasnya.

Tidak hanya itu, terdapat juga beberapa daun mint yang digunakan untuk produk makanan dan minuman. Salah satunya Fish Mint yang memiliki aroma seperti daging. Dan itu biasanya digunakan untuk para vegetarian untuk mengakali agar rasa makanan seperti daging.

"Kalau orang-orang vegan kangen merasakan sensasi makan daging biasanya pakai Fish Mint. Dengan cara mengoleskan tempe atau bahan lainnya nanti seperti makan daging, " ujarnya.



Bagi orang yang tengah diet atau meminimalkan konsumsi gula terdapat alternatifnya dengan daun mint yang memiliki rasa manis. Bahkan rasa manis itu 50-300 kali dari gula, yakni Mint Stevia.

"Rasa manisnya itu bukan dari kandungan glukosa, namun memang daunnya memiliki rasa yang manis, " terangnya.

Erfix menyebutkan, perawatan tanaman mint tidak sulit namun harus mendapatkan perhatian lebih. Tipikal tanaman mint ini cocok ditanam di daerah dataran tinggi yang memiliki suhu yang cenderung dingin. Selain itu tanaman mint harus rutin untuk dipanen agar tidak cepat mati.

"Setidaknya tiga minggu sekali panen, kalau tidak (dipanen), akan gondrong dan mengering," paparnya.

Diakuinya pengunjung yang datang ke kebunnya akan merasa terkejut. Ternyata ada banyak jenis tumbuhan mint. Selain itu juga ada berbagai aroma dan rasanya.

Kebun yang baru saja jadi pada bulan lalu itu, oleh Erfix juga digunakan sebagai kafe. Pengunjung bisa datang langsung dan merasakan berbagai jenis tumbuhan yang bisa dimakan.

Selain itu juga tersedia berbagai salad dan minuman mint yang bisa pengunjung coba. Jika ingin membeli bibitnya, Erfix juga menyediakan. Mulai dari harga Rp 10 ribu sampai Rp 100 ribu. (nun/ton) Editor : Agus AP
#tumbuhan mint #Kecamatan Argomulyo #tanaman hias #mint #Tegalrejo