Saat Anggota Pemadam Kebakaran Siaga Lebaran; Pernah Kena Prank ODGJ hingga Diganggu Jin

Agus AP • Dipublikasikan Kamis, 27 April 2023 | 10:58 WIB
Panel surya yang dipasang di lahan tegalan di Desa Sugihmas. PLTS ini menyalakan pompa air untuk mengatasi kekeringan di wilayah ini. (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Semarang)
Panel surya yang dipasang di lahan tegalan di Desa Sugihmas. PLTS ini menyalakan pompa air untuk mengatasi kekeringan di wilayah ini. (M. Iqbal Amar/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID-Selama libur mudik dan balik Lebaran, tidak hanya anggota Polisi, TNI, dan petugas Dinas Perhubungan yang selalu siaga mengamankan wilayah.

Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) pun harus selalu stand by. Mereka rela tak bisa berlebaran dengan keluarga di kampung halaman.

LUTFI HANAFI, Pekalongan, Radar Semarang

BAGI anggota Damkar, siaga tidak sekadar bekerja atau meninggalkan keluarga saat lebaran.

Mereka juga selalu siap jika ada kejadian berbahaya yang harus segera ditolong dan dipadamkan. Karena mereka garda terdepan saat kejadian bencana terjadi.

“Saat musim mudik dan balik, anggota kami justru bertambah tugasnya. Tidak hanya siaga di Mako, tapi juga langsung ke lapangan jaga di Pos pengamanan,” kata Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan (Satpol P3KP) Kota Pekalongan Sriyana melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Agung Jaya Kusuma Aji.

Saat siaga lebaran, pihaknya membagi tim menjadi tiga kelompok. Satu tim siaga di Mako di Jalan Tentara Pelajar No 1 Kandang Panjang, tim kedua di Pos THR dan tim ketiga di Exit Tol Setono. Semua tim, juga bersiaga penuh selama 24 jam.

Salah satu anggota Damkar senior Nur Arifin yang sudah mengabdi sejak 1999 mengatakan, dulu Damkar masih masuk DPU kota Pekalongan, kemudian mutasi ke BPBD pada 2012 dan kini masuk Satpol PP.

Ia memiliki banyak pengalaman menarik selama bertugas menjadi personel Damkar.

“Seumur-umur jadi Damkar, baru tahun kemarin sempat merasakan salat Idul Fitri bareng keluarga, Itu pun siangnya balik lagi ke mako siaga,” kata Arifin saat ditemui di Pos Pam Exit Setono.

Dikatakan, kejadian menarik saat siaga Lebaran dua tahun lalu, di mana ada kebakaran yang menimpa salah satu rumah makan di tengah permukiman.

Kejadiannya sempat membikin heboh. Sebab, kebakaran terjadi saat rumah makan sedang ramai pengunjung yang menikmati makan saat libur lebaran.

“Karyawan rumah makan saat memasak selang gas elpiji copot, api langsung membakar dapur,” ujarnya.

Karena lokasinya cukup dekat dengan Pos PAM, ketiga tim langsung mendatangi lokasi kebakaran. Dengan cepat, api berhasil dipadamkan.

Sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa, atau merembet ke bangunan lain.

Di tahun yang berbeda, timnya juga sempat mengamankan ular pyton besar yang menghebohkan kampung di wilayah Pekalongan Timur.

Diduga ular terbawa arus sungai menuju gorong-gorong perkampungan warga. Ia bersyukur, ular besar itu bisa segera ditangkap, sebelum membahayakan warga setempat.

Kejadian menarik lainnya saat lebaran 2017. Saat itu, lagi marak teroris pengeboman.

Pos Pam di depan Terminal Bus Kota Pekalongan dihebohkan oleh seorang perempuan yang diduga ODGJ, bertingkah seolah teroris yang mau meledakkan diri.

“Tiba-tiba bawa motor dan berhenti di tengah jalan depan pos. Langsung masuk dan salat jenazah, sambil meletakan tas besar,” cerita anggota Damkar lain, Rony Ahmad.

Praktis, petugas yang ada lari kocar-kacir meninggalkan pos. Karena secara reflek ketakutan, mengira ada perempuan nekat mau meledakkan diri.

Setelah salat dan meletakkan tas, langsung dengan santai masuk ke area terminal bus. Bahkan motor sengaja ditinggalkan di tengah jalan raya, sempat membuat kemacetan.

Sejumlah anggota Jihandak Brimob pun didatangkan. Mereka mencoba mengamankan tas di pos pam. Ternyata isinya mukena dan Alquran.

Selanjutnya, perempuan dengan baju gamis putih tersebut  langsung diamankan petugas saat akan kembali beraksi di terminal bus.

Hal unik lain pernah dialami Agus Nadi, anggota Damkar lainnya. Saat hari lebaran, ia pernah ikut memadamkan kebakaran di wilayah Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Air di tangki truk pemadam habis, bersama timnya coba isi ulang di Sungai Pencongan dekat TKP kebakaran. Biasanya lancar, tiba-tiba truk terjebak lobang kecil, sehingga tidak bisa jalan.

“Malam itu, saya kurang beruntung. Saat berangkat dari mako sempat terjatuh dari truk. Eh pas ambil air, truk terjebak,” katanya.

Tim berusaha menarik, bahkan ada beberapa truk lebih besar mencoba menarik truk Damkar, tapi tidak bisa. Truk Damkar sempat dikosongkan airnya agar lebih ringan, namun tetap tidak bisa ditarik.

Setelah konsultasi dengan juru kunci setempat, diberi tahu kalau truk Damkar ditarik jin penunggu sungai setempat. Sehingga butuh ritual dan minta izin agar segera dibebaskan.

“Anehnya, setelah ritual minta izin dilakukan, truk Damkar dengan mudah bisa ditarik,” ceritanya heran.(*/aro) Editor : Agus AP
Siaga Lebaran Anggota Pemadam Kebakaran Kena Prank ODGJ Satpol P3KP