Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lika-Liku Yoga Subur Mengoleksi Kaset Pita, Rela Tak Jajan Tiga Hari untuk Sekeping Kaset

Agus AP • Kamis, 9 Februari 2023 | 15:43 WIB
Yoga Subur menunjukkan koleksi kaset pita yang dibelinya sejak SMP. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yoga Subur menunjukkan koleksi kaset pita yang dibelinya sejak SMP. (NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID - Cinta Yoga Subur, 25, pada kaset pita muncul sejak duduk di bangku SMP. Sampai-sampai rela di sekolah tak jajan tiga hari demi sekeping kaset.

Kini, sudah ratusan keping kaset pita jadi koleksinya. Salah satu yang langka tengah diburu orang Malaysia.

Tumpukan kaset pita di kamar berukuran 3 x 2,5 meter itu tampak bersih terjaga. Kondisinya masih bagus-bagus. Suara David Bowie yang keluar dari tape player pun terdengar jernih, membuktikan si empu kaset memang telaten merawat.

"Mau coba putar kaset yang lain, Mas?" ucap Yoga Subur kepada wartawan Jawa Pos Radar Semarang saat David Bowie belum kelar menyanyi satu lagu.

Yoga menunjukkan beberapa kaset lain. Mulai dari Led Zepelin, Megadeth, Nirvana, Duran Duran, The Cats, The Who, hingga Radio Head. Deretan kaset band dan musisi dalam negeri juga ia tunjukkan. Ada Dewa 19, Radja, Sheila On 7, Guruh Soekarno Putra, God Bless, hingga Nicky Astria.

Yoga memang bukan mengoleksi kaset satu segmen musik tertentu. Apapun musiknya dan siapapun musisinya asal berwujud kaset pita, bakal ia pinang jadi koleksinya. Bahkan ia juga punya beberapa kaset non-musik, seperti kisah Pinokio dan Kung Fu Boy.

"Kadang kalau gabut, lagi susah tidur, kaset-kaset bercerita begitu masih saya dengarkan," ujar pemuda berambut ikal itu.

Dulu Yoga hanya memburu kaset-kaset yang ia sukai, dan ingin ia dengarkan. Salah satunya Led Zepelin. Tapi, akhirnya ketagihan dan kepincut sensasi mengoleksi kaset.

Ia sempat menjual kaset-kaset koleksinya. Tapi, hasil penjualannya ia belikan lagi kaset yang dicari.  Koleksinya paling lengkap sampai sejauh ini baru kaset Naif.

"Itu dari album pertama sampai rilisan terbaru ada. Band lain masih kurang satu-dua album belum saya dapat. Masih dalam perburuan," katanya.



Selain band-band populer, Yoga juga mengoleksi kaset band-band metal lokal.  Katanya, justru kaset-kaset ini banyak diburu orang luar negeri. Ia pun tak tahu mengapa.

"Mungkin nanti bakalan jadi barang langka. Ada koleksi saya, kaset band metal asal Batang  yang sedang diburu orang Malaysia," ungkapnya.

Mendapatkan ratusan keping kaset itu, Yoga harus jatuh-bangun. Terlebih saat ia baru mulai mengoleksi. Waktu itu ia masih siswa SMP. Ia kerap berupaya uang sakunya harus utuh. Di sekolah ia tak jajan sepeserpun.

"Saya bawa bekal nasi lauk telur dari rumah. Itu selama tiga hari. Biar bisa beli satu kaset seharga Rp 15 ribu- Rp 20 ribu," ceritanya.

Kebiasaan menabung dari uang saku itu ia lakoni sampai SMA. Saat lebaran, jika dapat angpao, semuanya ia habiskan untuk memborong kaset pita. "Dapat angpao Rp 300 ribu-Rp 400 ribu begitu, saya habiskan di lapak-lapak kaset. Kena marah kakak atau orang tua, itu jelas," kenangnya.

Lulus SMA, Yoga bekerja. Kegilaannya mengoleksi kaset tak padam. Ia wajib menyisihkan gajinya Rp 500 ribu khusus untuk membeli kaset. "Nah ini sekarang kuliah, saya agak berkurang beli-beli kaset. Tapi satu-dua tiap bulam masih lah," ungkap pemuda yang tinggal di Desa Gebangkerep, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan ini.

Koleksi kaset pita itu bagi Yoga bukan hanya sebuah kebanggaan dan kepuasan pribadi. Tumpukan kaset-kaset itu baginya merupakan monumen pengingat kedua orangtuanya yang telah meninggal. Dulu, kata Yoga, hobinya mengoleksi kaset mendapat tentangan keras dari sang ibu. Meskipun akhirnya sang ibu membiarkannya.

"Ibu menentang karena mungkin ibu dulu kan yang kasih uang saku. Bukan untuk jajan, malah saya belikan kaset. Jadi, kalau lihat kaset-kaset itu, saya jadi ingat orang tua. Sebisa mungkin, sekarang saya tidak akan jual koleksi saya," katanya. (nra/aro) Editor : Agus AP
#top #kolektor kaset pekalongan #Kaset Pita #Kolektor #kolektor kaset