DEVI KHOFIFATUR RIZQI, Kendal
BERAWAL dari "dipaksa orang tua", membuat Assyifa Bani Alleia mantap terjun dalam dunia olahraga beladiri taekwondo. Bahkan, hal itu sudah dilakoninya sejak usia TK. Saat itu, gadis kelahiran 2006 ini sering melihat ayahnya berlatih taekwondo. Kemudian, kedua orang tuanya membimbingnya untuk menggeluti olahraga beladiri ini.
"Saya masuk taekwondo bukan karena tertarik. Tapi karena dipaksa. Tapi pas awal masuk langsung ikut latihan buat kejuaraan," ceritanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Putri pasangan Bani Ardi dan Eka Pudjiastutik ini menceritakan, kejuaraan pertama yang diikuti saat dirinya masih duduk di bangku TK. Syifa –sapaan akrabnya--tidak menyangka, dari awalnya terpaksa melakoni olahraga taekwondo ini, mampu membuatnya meraih puluhan medali dan penghargaan.
"Sudah ada 30-an medali dan 40-an piagam penghargaan koleksi saya," katanya dengan semangat.
Lama-lama, Syifa semakin menyukai taekwondo. Apalagi saat melihat atlet lain melakukan fighting. Menurutnya, taekwondo jenis fighting lebih bergairah dan semangat untuk dilihat. Terlebih, segala kekuatan dan emosi harus dijaga stabil supaya bisa menjatuhkan lawan.
Saat ini Syifa sedang menggeluti jurus taekwondo. Selain itu, dia juga merasa terjamin dari segi keamanan karena bisa membela diri jika sewaktu-waktu mendapat penyerangan dari orang lain.
"Taekwondo ini bener-bener ngelatih mental. Dan keren gitu. Itu yang membuat saya semangat terus," ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, medali dan piagam penghargaan Syifa terus bertambah. Gadis 16 tahun ini pernah mendapatkan Gold Medalist of Poomsae Individual Cadet Female The Best of Indonesia Internaional Chang Moo Kwan E Poomsae Championship pada 2020.
Kejuaraan lain yang menorehkan prestasi, yakni mendapat medali silver dalam Poimsae Individual Junior Female Gorontalo Internasional Virtual Championship 2021, Juara 1 Poomsae Kejuaraan Tingkat Nasional Indonesia Taekwondo League 2022, Juara 1 Poomsae Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup 3 antar unit/klub dan TNI-Polri 2022, hingga Juara 1 Poomsae Seleksi Atlet Taekwondo Pelajar Kategori Junior Tingkat Kabupaten Kendal 2022.
"Orang tua sangat mendukung. Karena taekwondo sudah menjadi passion saya. Tapi, saya juga harus pinter membagi waktu. Karena saya masih sekolah juga. Biasanya saya latihan sore hari sepulang sekolah," jelasnya.
Syifa membeberkan, sebelum bertanding, biasanya ia selalu mempersiapkan diri dengan rutin latihan, serta menjaga kesehatan tubuh dan mental. Tiga hal itu bahkan menjadi kewajiban yang harus dilakoni Syifa.
Rencananya, Syifa bakal terus menggeluti dunia taekwondo. Dia juga pernah menjadi wasit saat latihan. Itu dilakukan supaya tidak jenuh dan ada pengalaman baru dalam hidupnya.
"Saya harap Pemkab Kendal terus memberikan support, juga bimbingan kepada atletnya. Sehingga yang diinginkan pemkab kepada para atlet bisa tercapai sesuai target," harapnya. (*/aro) Editor : Agus AP