Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Masih Optimistis Media Cetak Tetap Dibutuhkan Masyarakat

Agus AP • Jumat, 1 April 2022 | 14:15 WIB
Fernando, generasi ketiga pengelola Toko Sukirman Wonosobo saat merapikan koran di tokonya. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Fernando, generasi ketiga pengelola Toko Sukirman Wonosobo saat merapikan koran di tokonya. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID - Toko buku sekaligus agen koran itu bernama Toko Sukirman. Toko itu terletak di Jalan Veteran, Wonosobo. Pada masa jayanya, Toko Sukirman dikenal sebagai salah satu agen koran dan majalah terbesar di kota Mi Ongklok ini.

Setiap hari, ratusan eksemplar koran dikirim ke pelanggannya. Meski banyak penurunan, generasi ketiga pengelola agen ini akan terus bertahan.

"Mau bagaimanapun ini adalah peninggalan orang tua. Saya bertugas untuk melanjutkan ke anak saya. Sampai kapanpun tetap akan saya pertahankan," terang Titik Bambang Hengky, kenerasi kedua Toko Sukirman saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (29/3).

Ia menjelaskan, jika saat ini Toko Sukirman sudah dipasrahkan ke anak menantunya, Fernando, untuk mengelolanya. Sehingga toko buku dan majalah tersebut tetap ada yang meneruskan.

Ia bercerita, jika Toko Sukirman sendiri merupakan toko yang sudah lama berdiri di Wonosobo. Pada masa jayanya, toko ini pernah menjadi toko buku, serta agen koran dan majalah terbesar di Kabupaten Wonosobo.

"Toko ini dulu pernah dipenuhi majalah dan koran, Mas. Karena toko ini kan sudah berdiri sudah sejak tahun 1950-an," kenangnya.

Namun sejak 2000-an itu, jumlah pelanggan koran dan majalah mengalami penurunan. Internet menjadi alasan utama persoalan penurunan jumlah pelanggan. Sehingga loper koran yang dulu dimiliki sampai enam orang, saat ini tersisa dua orang saja.

"Dulu sampai enam loper koran kita miliki, karena memang pelanggan kita ada sekitar 300-an orang. Itu baru dari beberapa media saja loh," ungkapnya.

Meski saat ini jumlahnya menyusut, dirinya masih optimistis jika keberadaan media cetak tetap dibutuhkan masyarakat. Sebab, seiring masuknya informasi yang begitu banyak kepada masyarakat itu tidak bisa menyaring apakah informasi itu valid atau tidak.

"Media cetak inilah yang berperan untuk menjelaskan secara lengkap apa yang terjadi. Makanya kita yakin masih bisa bertahan," ujarnya optimistis.

Pengelola baru Toko Sukirman, Fernando, juga menyebut jika saat ini jumlah pelanggannya masih sekitar 280-an orang. Dengan melihat jumlah tersebut, pihaknya mengaku masih optimistis jika keberadaan media cetak tetap akan bertahan.

"Meskipun memang harus ada inovasi yang dibutuhkan untuk mengatasi persoalan ini," katanya.

Inovasi itu, lanjut dia, dengan melakukan rebranding toko, serta melakukan aksi jemput bola. Maksudnya, pihaknya akan lebih sering turun ke lapangan dalam mendistribusikan koran dibanding harus menunggu di tokonya. (git/aro)

  Editor : Agus AP
#top #Toko Sukirman #Toko buku #agen koran