Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Denim Batik, Luwes dan Sarat Makna

Agus AP • Minggu, 18 Oktober 2020 | 21:34 WIB
Sentuhan denim batik beri kesan luwes dan eksklusif. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
Sentuhan denim batik beri kesan luwes dan eksklusif. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID - Denim atau jeans menjadi fashion yang sangat populer. Fashion ini banyak dikombinasikan. Menghasilkan item yang disebut denim batik. Padu padan denim dan batik.

Desainer Kota Semarang, Cornelia Ayu Meiriyani mengatakan denim batik adalah salah satu fashion yang tengah booming. Dengan mengombinasikan denim atau jeans dan kain batik. Artinya, kesan elegan dan penuh makna berhasil ditonjolkan.

"Kalau hanya batik kan sudah biasa. Makanya, sekarang lagi ngetren itu padu padan dengan denim,"kata Miss Ayu, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Sabtu.

Menurut Ayu, denim termasuk ke dalam fashion item yang tidak pernah mati. Kata lainnya, dari zaman ke zaman akan selalu digemari. Dari bayi sampai orang tua memakai denim. Mudah masuk ke semua kalangan. Hampir setiap orang memiliki pakaian berbahan denim. "Mereka punya celana, kemeja, jaket dan sampai blazer,"imbuhnya.

Bukan fashion namanya jika tidak cepat berkembang. Untuk memenuhi pasar, beberapa desainer turun tangan. Menciptakan karya kreatif sesuai keinginan masyarakat. Saat ini, kesan eropa style digabungkan dengan batik. "Denim identik dengan gaya western. Biar tidak kaku, maka perancang memilih batik sebagai pemanis,"paparnya.

Ayu berujar, digaungkannya denim batik bukan tanpa alasan. Fashion yang identik dengan anak muda, perlahan mulai digemari kalangan elit. Bisa ditunjukkan dengan banyaknya ragam kreasi denim. Tak hanya untuk bersantai, namun bisa untuk aktivitas fisik yang penting. "Lebih luwes dengan batik. Untuk bekerja bisa.  Dikreasikan jadi dress, jumpsuit, dan blazer untuk ke kantor,"sambungnya.

Tak lengkap rasanya jika tidak sembari mix and match. Menurut Ayu, denim batik bisa dipadukan dengan apa saja. Asalkan nyambung dan pandai memilih warna. Tidak tabrak motif dan disesuaikan dengan tempatnya. "Denim batik bisa gabungkan bawahnya dengan sneakers. Misal ke kantor atasnya blazer, bawahnya rok juga bisa,"ungkapnya.

Lebih jauh, menyematkan batik dalam denim juga memiliki arti. Baginya, fashion tidak bisa dipisahkan dengan lingkungan budayanya. Dalam hal ini, batik adalah warisan budaya yang sudah mendunia. Dengan memakai denim batik, artinya juga mengenalkan batik. "Misal kita berlibur ke luar negeri, dikenalkan untuk mengangkat batik semarangan. Supaya bisa mendunia dan dikenal,"paparnya.

Salah satu pencinta denim, Desy Natalia mengaku sudah terbiasa memakai denim untuk beraktivitas. Ia juga penyuka jaket denim klasik. Biasanya dipakai ketika keluar rumah. Untuk hangout, kuliah dan jalan-jalan. "Tapi aku belum pernah mencoba pakai denim batik. Kapan-kapan. Lain waktu bisa jadi referensi outfit of the day (OOTD)," selorohnya.

Dalam berpakaian, bukan hanya soal merek atau brand. Lebih dari itu, yang diutamakan adalah kenyamanan. Khusus jaket, ia biasa memakai kaus polos untuk inner. Celana pakai jeans atau chinos. Serta sepatu biasa memakai sneakers atau flashoes. "Kalau hanya pergi sebentar untuk makan di luar bisa pakai kaus oblong dengan jaket saja. Celana menyesuaikan,"tuturnya. (avi/lis/bas) Editor : Agus AP
#top #Berita Semarang #denim