PT KIW Raih Penghargaan Best Practice GCG dan Transparansi Informasi 2026 dari Jawa Pos Radar Semarang

Adrianto Ismawan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:21 WIB
PT KIW Raih Penghargaan Best Practice GCG dan Transparansi Informasi 2026 dari Jawa Pos Radar Semarang
PT KIW Raih Penghargaan Best Practice GCG dan Transparansi Informasi 2026 dari Jawa Pos Radar Semarang 

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan keterbukaan informasi publik.

Perusahaan kawasan industri strategis di Jawa Tengah itu meraih penghargaan Best Practice in Good Corporate Governance & Public Information Transparency 2026 dari Jawa Pos Radar Semarang.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Malam Anugerah 2026 yang digelar di Hotel Patra Jasa, Jumat (25/9/2026). 

Penghargaan ini menjadi apresiasi terhadap komitmen PT KIW dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sekaligus membangun keterbukaan informasi kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), Rezza Arief Budy Artha, mengatakan penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran KIW untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan.

“Dari KIW mengucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Semarang atas anugerah yang diberikan kepada KIW. Ini tentunya akan menjadi penyemangat bagi keluarga besar KIW,” ungkapnya saat menghadiri kegiatan penerimaan Malam Anugerah 2026 yang diberikan Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (25/9/2026). 

Menurutnya, kepercayaan terhadap perusahaan tidak cukup dibangun melalui janji, tetapi harus diwujudkan melalui keterbukaan, pelaksanaan yang jujur, serta tanggung jawab yang dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran terus menjadi bagian penting dalam pengelolaan PT KIW.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui keterbukaan informasi publik. Langkah ini memberikan ruang bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan untuk memperoleh informasi perusahaan secara jelas, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, PT KIW juga terus melakukan transformasi dalam pengembangan kawasan industri. Tidak hanya menyediakan lahan dan mengelola kawasan, KIW kini mengembangkan konsep layanan industri secara lebih menyeluruh.

“KIW saat ini bertransformasi menjadi sebuah kawasan industri yang tidak hanya menyediakan lahan dan mengelola kawasan, tapi juga memberikan total solution industrial services,” jelasnya.

Konsep tersebut diwujudkan dengan menyediakan berbagai kebutuhan yang menunjang aktivitas perusahaan di dalam kawasan. Mulai dari perbankan, asuransi, kontraktor, konsultan, hingga layanan kesehatan dan layanan sosial.

“Jadi, apa pun yang dibutuhkan di KIW, kami siapkan,” tegasnya.

Rezza menambahkan, pengembangan kawasan industri juga tidak lepas dari sinergi dengan pemerintah.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT KIW memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan dan industrialisasi di Jawa Tengah.

Menurutnya, hubungan dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Kota Semarang, selama ini terjalin dengan baik.

“Pemerintah sangat mendukung, karena KIW sendiri adalah bagian dari pemerintah sebagai BUMN. Kerja sama dengan pemerintah daerah, dengan provinsi, dengan Kota Semarang, saya kira juga terjalin cukup baik,” katanya.

Ia berharap sinergi tersebut dapat terus dipertahankan dan diperkuat sehingga pengembangan industri di Jawa Tengah dapat berjalan semakin optimal.

Lebih jauh, Rezza menilai industrialisasi menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pengembangan kawasan industri perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Saya berharap bahwa pertumbuhan industri di Jawa Tengah dapat terus didorong dan dikembangkan karena untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicita-citakan oleh pemerintah pusat, salah satunya adalah dengan industrialisasi,” ujarnya. (mha)

Editor : Tasropi
KAWASAN INDUSTRI pt kiw Kawasan Industri Wijayakusuma