Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Melek Teknologi Tanpa Meninggalkan Sikap Islami

Tasropi • Kamis, 12 Oktober 2023 | 23:01 WIB

 

 

PENUH INOVASI : Rombongan SMP IT PAPB Semarang saat hadir dalam Malam Apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2023 di Hotel Quest Simpanglima Semarang Jumat (22/9) malam. (ROFIK SYARIF GP/JAWA POS
PENUH INOVASI : Rombongan SMP IT PAPB Semarang saat hadir dalam Malam Apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2023 di Hotel Quest Simpanglima Semarang Jumat (22/9) malam. (ROFIK SYARIF GP/JAWA POS

RADARSEMARANG.ID, Adaptasi dengan kemajuan teknologi menjadi kekuatan SMP Islam Terpadu PAPB Semarang.

Aktivitas belajar dan mengajar menjadi lebih bermakna dengan memanfaatkan teknologi informasi. Siswa melek teknologi dengan tidak meninggalkan sikap-sikap islami.

Inovasi dalam pembelajaran seakan tak pernah habis dikembangkan SMP Islam Terpadu PAPB Semarang.

Siswa, guru maupun karyawan telah akrab dengan teknologi informasi terkini dalam kegiatan belajar dan mengajar.

Sekolah yang beralamat di Jalan Panda Barat no 44 Semarang ini meraih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2023 untuk kategori Sekolah Unggul Berbasis Digital.

Penghargaan ini diserahkan dalam Malam Apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2023 di Hotel Quest Simpanglima Semarang pada 22 September 2023.

Kepala SMP Islam Terpadu PAPB Semarang H Drs Ramelan SH MH mengatakan, keberadaan teknologi informasi sangat membantu proses pembelajaran.

Contohnya, saat ini SMP PAPB telah menggunakan smart board dalam pembelajaran di kelas. Hal ini ternyata sangat membantu guru dan murid untuk lebih mudah memahami materi pembelajaran. Ke depan, smart board diharapkan bisa digunakan di setiap kelas.

Teknologi lain yang sering digunakan untuk pembelajaran di SMP PAPB adalah videotron. Videotron ini memang mirip yang digunakan untuk penayangan iklan di tempat umum.

 

Tapi di sekolah ini, videotron bisa digunakan untuk pembelajaran di luar kelas. Videotron juga digunakan dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Tak hanya itu, SMP IT PAPB juga sedang mengkaji penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk kegiatan belajar mengajar.

“Ini tantangan bagi kami, terus mengembangkan teknologi untuk pembelajaran,” kata Ramelan.

 Baca Juga: SMP IT PAPB Terbitkan Majalah dan Buku Baru

SMP PAPB memang tanggap dengan perkembangan teknologi, tapi tetap tidak meninggalkan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Contohnya, setiap pagi, sekitar 15-20 menit diselenggarakan ngaji bersama.

Semua guru, karyawan dan siswa SMP PAPB akan bersama-sama membaca Alquran sebagai pembuka waktu belajar hari itu. Kegiatan ngaji bersama ini juga bisa dipantau lewat LCD yang siarkan secara terpusat.

Salah satu tantangan dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran adalah penggunaan gadget atau gawai. Berbagai aplikasi penunjang pembelajaran mau tak mau harus diakses lewat gawai.

Tapi di sisi lain, penggunaan gawai juga bisa menimbulkan masalah ketika siswa kecanduan dan menggunakan tidak sebagaimana mestinya. Seperti malah menggunakan gawai untuk main games, mengakses situs yang tidak mendidik atau lainnya.

Karena itu, SMP IT PAPB Semarang menerapkan aturan yang ketat dalam penggunaan gawai di sekolah. Setiap pelajaran dimulai, seluruh siswa wajib mengumpulkan gawainya ke meja guru.

Sehingga selama pembelajaran tidak ada siswa yang malah asyik ngegame. Tapi untuk mata pelajaran yang memang membutuhkan gawai, siswa diperkenankan mengoperasikan dengan pengawasan guru.

“Siswa hanya memegang gawai ketika memang dibutuhkan sebagai alat penunjang pembelajaran. Di sekolah kami bahkan ada tata aturan penggunaan gawai yang wajib dipatuhi siswa,” jelas Ramelan. (ton)

Editor : Tasropi
#SMP IT PAPB #melek teknologi #Ramelan #smp islam terpadu