RADARSEMARANG.ID, Inovasi implementasi Merdeka Belajar yang diwujudkan dalam #BrayanSinau antar Mas Aaf, panggilan akrab Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, raih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2023.
Penghargaan diberikan pada malam Apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2023 di Hotel Quest Simpanglima Semarang Jumat (22/9) malam.
“Ini wujud kami dalam dunia Pendidikan di Kota Pekalongan. Melalui Implementasi Merdeka Belajar terus kami galakkan,” ucap Mas Aaf.
Adanya program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi berupa Guru Penggerak bisa dimanfaatkan.
Salah satunya jumlah guru penggerak yang terbatas, dikumpulkan oleh Pemkot dan dibuatkan forum khusus.
Dengan difasilitasi Dinas Komunikasi, mereka bisa mengajari guru-guru lain di Kota Pekalongan, sesuai ilmu yang didapat.
Hal ini diwujudkan dalam Instruksi Wali Kota (Inwal) Nomor 6 tahun 2023 terkait gerakan Brayan Sinau dari implementasi kurikulum merdeka (IKM).
Dalam rangka mewujudkan amanat Keputusan Wali Kota Pekalongan Nomor 58 Tahun 2022 tentang Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Dukungan Program Sekolah Penggerak.
“Saya cukup mengapresiasi penghargaan dari Jawa pos Radar Semarang atas program #BrayanSinau ini,” ucapnya bangga.
Disebutkan Aaf, program Brayan Sinau bertujuan tidak hanya untuk pelajar, namun pendidik juga perlu untuk belajar bersama.
Harapannya mereka siap menghadapi implementasi program Merdeka belajar dari pemerintah pusat.
Kembali lagi terkait guru penggerak, Wali Kota berharap ini bisa menjadi penyemangat dalam mendidik.
Bahkan salah satu syarat di Pemerintah Kota Pekalongan, bagi yang ingin menjadi kepala sekolah, sebelumnya sudah pernah jadi seorang guru penggerak.
Dan terbukti, guru-guru penggerak ini cukup luar biasa. Mereka memiliki banyak kreativitas dan inovasi-inovasi dalam bidang pengajaran.
Dari tingkat PAUD hingga SD, SMP, mereka memiliki karya-karya yang cukup luar biasa untuk kemajuan didiknya.
Dari guru-guru seni yang bisa menciptakan tari dan musik. Dan juga ada guru-guru yang kreatif membuat produk-produk daur ulang, dengan memanfaatkan sampah.
Banyaknya aktivitasnya produktif dari guru guru penggerak ini tentu memiliki manfaat luar biasa bagi kemajuan pendidikan.
Seperti aplikasi-aplikasi tertentu, dan metode-metode belajar baru, yang diciptakan mereka.
Mas Aaf menambahkan, bidang pendidikan akan didukung dengan sebaik-baiknya.
Karena ini adalah bagian visi misi wali kota dan wakil wali kota Pekalongan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Batik selama menjabat.
“Kami sangat konsen dalam bidang pendidikan, karena ini merupakan visi misi kami selama menjabat. Semoga bisa terus memperbaiki pendidikan di Kota Pekalongan,” tandasnya. (han/ton)
Editor : Agus AP