Sheila On 7 Bawa Lagu Baru ke Semarang, Jangan Lewatkan Live Project 2026

Ida Fadilah • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:52 WIB
Panitia Live Project 2026 menggelar konferensi pers persiapan konser Oktober mendatang, yang dihadiri manajer Sheila on 7 sekaligus sang manajer, Adam Subarkah pada  Jumat (14/8/2026).
Panitia Live Project 2026 menggelar konferensi pers persiapan konser Oktober mendatang, yang dihadiri manajer Sheila on 7 sekaligus sang manajer, Adam Subarkah pada Jumat (14/8/2026).

 

SEMARANG – Ada yang baru dari Sheila On 7 saat kembali menyapa penonton Semarang. Selain membawakan lagu-lagu andalan, band asal Yogyakarta itu bakal membawa singel terbaru Sederhana dalam Live Project 2026 di Lanud Ahmad Yani, 31 Oktober mendatang.

Singel tersebut menjadi salah satu kejutan yang disiapkan Sheila On 7 dalam konser tahun ini. Manajer Sheila On 7 Adam Subarkah mengatakan, persiapan penampilan masih terus dilakukan, termasuk kemungkinan mengubah aransemen sejumlah lagu.

“Karena masih Oktober belum tahu nanti ada perubahan aransemen atau apa. Yang pasti akan membawakan singel berjudul Sederhana. Mungkin yang paling berbeda ya ada lagu baru,” kata Adam, Jumat (14/8).

Bagi Sheila On 7, Semarang bukan kota asing. Selama sekitar tiga dekade berkarier, mereka mengaku selalu mendapat sambutan hangat dari penonton Kota Atlas.

“Sejarah Sheila On 7 selama 30 tahun masih bermain musik, Semarang selalu memberikan sambutan yang baik. Konser di Semarang tidak ada keraguan,” ujarnya.

Live Project 2026 menjadi edisi keempat sejak festival musik tersebut digelar pada 2022. Sheila On 7 menjadi nama terakhir yang melengkapi jajaran pengisi acara. Sebelumnya, enam musisi telah diumumkan, yakni Good Morning Everyone, Lomba Sihir, Kunto Aji, Mahalini, Afgan, dan The Changcuters.

Adam berharap Live Project bisa tumbuh menjadi agenda musik tahunan yang selalu ditunggu. Bukan sekadar datang untuk bernyanyi bersama, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang menyenangkan.

“Kami melihat Live Project punya potensi menjadi salah satu momen yang harus dinantikan setiap tahun. Harapannya, penonton bisa datang, menikmati konser dengan nyaman, dan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan,” katanya.

Tahun ini, Live Project juga menawarkan konsep berbeda lewat kolaborasi dengan NKSTHI (Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini). Mengusung tema “Mens Sambat in Corpore Sano”, festival mencoba mengemas keluh kesah sehari-hari menjadi pengalaman yang lebih ringan dan menghibur.

Festival Director MHT Live Adi Sudono Rahmat mengatakan, pembaruan tidak hanya menyentuh sisi operasional, tetapi juga pengalaman penonton.

“Tahun ini kami tidak hanya melakukan pembenahan secara operasional. Bersama NKSTHI, kami juga mencoba menghadirkan pendekatan baru melalui Mens Sambat in Corpore Sano, agar pengalaman penonton atau pengunjung di Live Project tahun ini terasa lebih relevan dan menyenangkan,” kata Adi.

Sebanyak 25 ribu penonton ditargetkan hadir. Pasar utama menyasar usia 30–40 tahun. Namun, Live Project tetap membuka ruang bagi generasi milenial dengan menghadirkan sejumlah musisi yang lebih muda.

Mas Aik dari NKSTHI mengatakan, konsep tersebut lahir dari kesamaan semangat untuk merespons berbagai persoalan sehari-hari dengan cara yang lebih santai.

“Masalah yang memang bisa diperbaiki tentu harus diperbaiki, tetapi pengalaman yang tetap harus dijalani bisa kita respons dengan cara yang lebih menyenangkan. Dari situlah kami mencoba membawa sambat menjadi bagian dari pengalaman Live Project tahun ini,” katanya. (ifa/zal)

 

Editor : Muhammad Rizal Kurniawan
Mens Sambat in Corpore Sano Live Project Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini semarang Sheila On 7