RADARSEMARANG.ID, Gunung Kawi di Jawa Timur dikenal sebagai salah satu lokasi wisata religi yang juga sering dikaitkan dengan cerita mistis dan supranatural. Pada pertengahan Mei 2026, nama Sarwendah Onsu (mantan personel Cherrybelle dan eks istri Ruben Onsu) mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video wawancara dengan juru kunci Gunung Kawi viral di media sosial, terutama X (Twitter), TikTok, dan Instagram.
Dalam video yang dibuat oleh Marcel Radhival atau Pesulap Merah, seorang pria yang mengaku sebagai juru kunci (disebut Sunarto) mengungkapkan bahwa beberapa artis pernah datang ke lokasi untuk “acara tertentu”.
Tanpa ragu, ia menyebut nama Sarwendah sebagai salah satu yang pernah berkunjung. Pernyataan ambigu ini langsung memicu spekulasi netizen yang menghubungkannya dengan praktik pesugihan (ritual mencari kekayaan melalui jalan mistis), termasuk dugaan motong sapi atau ritual serupa.
Spekulasi semakin liar karena dikaitkan dengan kondisi kesehatan Ruben Onsu yang sempat sering sakit-sakitan dan diganggu makhluk mistis sebelum berpisah dengan Sarwendah. Isu ini pun menyebar cepat dan menjadi trending topic.
Kronologi Perkembangan Isu
Sekitar 2021-2022: Sarwendah bersama Jordi Onsu (adik Ruben Onsu) dan rombongan kru produksi mengunjungi Gunung Kawi untuk syuting konten.
Saat itu, mereka merekam episode podcast horor berjudul “Kakak Beradik”. Kunjungan dilakukan secara terbuka bersama tim besar, bukan secara pribadi atau diam-diam.
Baca Juga: 14 Laga Beruntun Tak Pernah Menang, PSIS Semarang Juru Kunci Liga 1 2024/2025
16-17 Mei 2026: Video juru kunci mulai viral di media sosial. Netizen ramai membahas dan menghubungkan kunjungan Sarwendah dengan isu pesugihan serta masalah keluarga Onsu. Berbagai spekulasi negatif beredar luas tanpa verifikasi.
18 Mei 2026: Sarwendah dan timnya merespons. Ia disebut sudah angkat bicara secara langsung melalui live TikTok/Instagram, termasuk video call dengan Jordi Onsu untuk menjelaskan konteks syuting.
Tim kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Simon Abraham, memberikan klarifikasi resmi kepada media di Jakarta Selatan.
Klarifikasi Resmi Sarwendah melalui Tim Hukum
Melalui kuasa hukumnya, Sarwendah memberikan penjelasan tegas:Kunjungan ke Gunung Kawi terjadi pada tahun 2021 atau 2022, bukan baru-baru ini.
Tujuan kunjungan murni untuk syuting konten podcast horor “Kakak Beradik” bersama Jordi Onsu dan seluruh kru produksi.
Sarwendah datang bersama rombongan besar, sehingga aktivitasnya transparan dan profesional. Tidak ada ritual apa pun, termasuk pesugihan, motong sapi, atau kegiatan mistis. Semua tuduhan disebut sebagai fitnah berat dan hoaks.
“Perlu kami luruskan bahwa yang terjadi adalah sebenarnya pada saat itu, sudah cukup lama, kira-kira 2021-2022 lah. Jadi pada saat itu memang ada syuting podcast Kakak Beradik... Podcast, jadi memang temanya horor begitu. Jadi memang ada pengambilan gambar dan video di sana.”
“Pesugihan ataupun apa pun di belakangnya... semuanya berarti fitnah ya, itu fitnah dan hoaks.” Ia juga menekankan bahwa Sarwendah bekerja keras dari pagi hingga malam, bertolak belakang dengan logika pesugihan. Kunjungan sekali itu saja tidak sesuai dengan pola ritual berulang.
Tim hukum menyatakan khawatir isu ini berdampak pada psikis anak-anak Sarwendah. Mereka sedang mempelajari video-video yang beredar dan siap menempuh jalur hukum jika terbukti ada pencemaran nama baik atau framing negatif yang disengaja.Respons Publik dan Perkembangan TerkiniIsu ini memicu perdebatan tentang bahaya penyebaran hoaks bernuansa mistis di media sosial.
Beberapa pihak, termasuk Pesulap Merah (yang kontennya memuat video juru kunci), juga dimintai tanggapan. Sampai 19 Mei 2026 pagi, Sarwendah melalui timnya terus menegaskan fakta syuting sebagai alasan satu-satunya kunjungan.
Gunung Kawi sendiri tetap menjadi destinasi wisata populer, tetapi kasus ini kembali menyoroti bagaimana lokasi mistis sering dimanfaatkan untuk konten horor sekaligus rawan spekulasi.
Dari kronologi di atas, jelas bahwa tuduhan pesugihan terhadap Sarwendah berawal dari pernyataan juru kunci yang diambil di luar konteks syuting konten horor tahun 2021-2022.
Sarwendah dan tim hukumnya telah memberikan klarifikasi resmi: semuanya murni pekerjaan, bukan ritual mistis. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi publik untuk cek fakta sebelum menyebarkan informasi. (tas)
Editor : Tasropi