RADARSEMARANG.ID - Artis yang juga berprofesi sebagai desainer kondang, Ivan Kondang, kembali membuat publik khususnya fans beratnya kagum.
Kali ini pria bertubuh besar itu memberikan donasi untuk pembangunan masjid.
Menariknya, donasi yang di berikan untuk pembangunan masjid di kota Yokohama, Jepang itu berasal dari dirinya menjual tas mahal merk Hermes.
Hal itu di ketahui dari unggahan Ivan Gunawan di akun media sosialnya. Melalui akun instagram pribadinya, Ivan membagikan video sebuah tas mewah yang hendak di jualnya.
Tak lupa putra bungsu pasangan Bambang Cahyo Gunawan dan Erna Gunawan itu memberikan keterangan alasan dia menjual tas mewah merk Hermes itu.
"Bismillahirohmanirohim ❤️❤️ pecinta tas Hermes , saya penah di kasih pinjem sama ALLAH SWT untuk pakai tas ini , saya beli waktu saya ulang tahun 4 tahun lalu," cuit Ivan Gunawan.
Tak lupa, Ivan Gunawan menuliskan keterangan alasan dirinya menjual tas yang sudah di milikinya selama 4 tahun itu yakni untuk membantu pembangunan masjid Assholihin Yokohama.
"Kali ini saya berniat mau menjual tas ini karna hasil penjualan nya saya mau berikan untuk pembangunan mesjid @masjidassholihinyokohama yg minat hubungi TIA (+62 819-5555-445)," imbuhnya.
Lalu berapa harga tas Hermes yang hendak di jual Ivan Gunawan?
Tas Hermes yang hendak di jual Ivan Gunawan di pasaran harganya bisa mencapai di atas Rp 1 miliar.
Bahkan di kalangan penggemar tas mewah sangat paham, tas merk Hermes jenis Birkin, harganya bisa mencapai 100 ribu dollar atau kalau di kurskan dalam rupiah harganya mencapai Rp 1,5 miliar!.
Artis berusia 44 tahun itu memang selama ini di kenal sebagai kolektor barang-barang branded mulai dari tas, sepatu, baju hingga aksesoris yang menempel di tubuhnya.
Semua koleksi barang-barang mewahnya itu memiliki harga yang fantastis dari puluhan juta hingga miliaran rupiah..
"Semua barang-barang ini hanya pinjaman dari Allah SWT"cuit Ivan Gunawan.
Nah, siapa di antara kalian yang berminat membeli tas mewah merk Hermes milik Ivan Gunawan?langsung buruan , sudah tertera nomer telponya yaa. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi