RADARSEMARANG.ID, Semarang - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, menjadi salah satu tamu istimewa dalam acara siraman Al Ghazali.
Didampingi sang istri, Rustini Murtadho, Cak Imin tampak hadir mengenakan busana batik bernuansa formal.
Ia ikut menyaksikan jalannya rangkaian tradisi siraman dengan adat Jawa yang begitu kental.
Tak hanya hadir sebagai tamu undangan, Cak Imin juga memberikan kesan mendalam usai acara tersebut.
Prosesi siraman berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan.
"Saya kira ini bisa jadi role model anak muda, yang meskipun hidup di era global dan metropolitan, tetap menghayati akar budayanya," ujarnya (14/6).
Menurut Cak Imin, prosesi siraman yang dijalani Al Ghazali sangat sarat nilai.
Selain itu juga bisa menjadi contoh positif di tengah zaman yang semakin modern.
Ia menilai rangkaian upacara dari mulai sungkeman, doa, hingga permintaan restu kepada orang tua, bukan hanya menyentuh hati.
Namun, juga memperlihatkan jati diri budaya bangsa.
"Luar biasa ini tradisi Jawa. Yang paling penting, tadi saya lihat Al bersinar," ungkapnya.
Cak Imin datang bersama sang istri, ikut menyimak setiap tahapan acara dengan khidmat.
Kehadiran figur publik seperti Cak Imin di acara ini, menjadi simbol dukungan terhadap pelestarian budaya di tengah masyarakat urban.
Pernyataan Cak Imin menjadi sorotan lantaran menyinggung isu penting.
Bagaimana generasi muda bisa tetap modern tanpa melupakan akar budayanya.
Al Ghazali, sosok publik yang tumbuh di dunia hiburan dan lingkungan metropolitan.
Dianggap sukses menunjukkan keseimbangan antara gaya hidup kekinian dan penghormatan terhadap tradisi.
Editor : Baskoro Septiadi