RADARSEMARANG.ID, Semarang - Alyssa Daguise, selebriti berdarah Prancis Indonesia yang kini tengah menjadi sorotan publik lantaran hubungan asmaranya dengan Al Ghazali, ternyata memiliki masa kecil yang unik dan penuh perpindahan.
Pada tayangan video YouTube The ALs, "Road to Wedding: EPS 1 - Get to Know Us", Alyssa membuka cerita masa lalunya yang tidak banyak diketahui publik.
Baca Juga: Alyssa Daguise Ditarik Naik ke Panggung Justin Bieber Saat Ulang Tahunnya, Ada Hubungan Apa?
Putri dari Richard Daguise, seorang pengusaha asal Prancis yang berkarir di industri perhotelan, Alyssa tumbuh dalam keluarga yang kerap berpindah tempat tinggal.
Ayahnya yang menjabat sebagai CEO dari Mesa Hotels and Resort, membuat keluarga Alyssa mengikuti lokasi pekerjaan yang tersebar di berbagai daerah.
"Karena kita dulu selalu pindah-pindah, jadi dulu papa aku pindah dari Bali, Lombok, terus ke Jakarta, Bandung. Kita sering tinggal di hotel, jadi nggak banyak teman-teman di luar kecuali di sekolah," tambahnya.
Situasi tersebut membuat Alyssa lebih sering membangun kedekatan dengan keluarga, terutama adiknya.
Lingkungan yang sering berubah dan kehidupan yang berpindah-pindah membuat Alyssa tumbuh sebagai sosok yang tertutup dan pendiam di masa kecil.
Baca Juga: Sosok Risa Dewi Ibu Alyssa Daguise, Perempuan Asli Garut yang Menikah dengan Pengusaha Asal Prancis
Namun, pengalaman tersebut membuatnya menjadi pribadi yang lebih adaptif dan fleksibel terhadap perubahan.
"Kalau aku dulu masih kecil ya pendiam, pemalu, suka main sama tetangga pas sempat tinggal di townhouse, tapi nggak sering," tambahnya.
Kendati kerap berpindah tempat tinggal, Alyssa tetap mampu meraih prestasi akademik dan non akademiknya.
Dengan penuh keberanian, Alyssa memutuskan untuk mengejar bidang yang benar-benar ia cintai, yaitu fashion.
Ia kemudian masuk ke sekolah fashion dan lulus dengan gelar Bachelor di bidang Fashion Business Management.
Kini, melalui kanal YouTube The ALs, Alyssa dan Al Ghazali membagikan kisah hidup mereka, termasuk masa lalu, tantangan dan impiannya.
Editor : Baskoro Septiadi