RADARSEMARANG.ID - Dunia konservasi binatang liar di zaman ini tengah mengalami kemajuan pesat yang disebut sebagai langkah baru pada abad ini.
Bagaimana tidak, beberapa binatang purba yang telah punah, kini berhasil 'dihidupkan' lagi ke permukaan bumi secara harafiah.
Tentunya, kebangkitan para hewan-hewan yang berasal dari masa lalu ini bukan melalui media unsur sihir ataupun magis seperti dalam kisah fiktif khas cerita rakyat.
Namun, dengan kemajuan teknologi yang semakin mutakhir dalam beberapa dekade terakhir membuat umat manusia selangkah lebih maju mengkontrol keseimbangan alam dan populasi didalamnya.
Beberapa hewan purba yang telah berhasil dihidupkan kembali lewat kloning adalah Serigala Dire (Dire Wolf) dan juga Serigala Merah (Red Wolf) yang juga viral beberapa waktu lalu
Rencana mereka (Colossal) bahkan tak usai sampai sini, perusahaan bioteknologi tersebut bahkan tak menampik jika kedepannya umat manusia bisa melihat kembali Mammoth, Harimau Sabertooth dan binatang-binatang purba lainnya.
Kini mereka diketahui sedang melakukan penggabungan dan pemetaan dari DNA Harimau Tasmania / Thylacine yang telah punah sejak tahun 1936.
Satwa ini adalah binatang endemik khas Australia yang kerap diburu oleh masyarakat pendatang asal Eropa di awal pendudukannya di tanah Australia.
Karena hal tersebut populasi dari binatang marsupial pemakan daging ini akhirnya menyusut dan mengalami kepunahan total di tahun 1936.
Namun, menurut Colossal Bioscience yang sebelumnya berhasil mengkloning Serigala Dire dan Serigala Merah, akan menghidupkan kembali spesies Harimau Tasmania lagi.
Bersama dengan Universitas Melbourne, perusahaan bioteknologi tersebut berkolaborasi untuk menghadirkan satwa Australia ini lagi ke khalayak publik modern.
Colossal Bioscience dalam postingan di Instagram officialnya mengakui telah sukses mengoleksi seluruh genome DNA untuk melahirkan kembali bayi Harimau Tasmania.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Dokter Andrew Pask yang juga menambahkan bahwa akhirnya mereka telah mengumpulkan semuanya, dari awal hingha akhir.
Mereka menyatakan akan menggabungkan seluruh sampel DNA dari Harimau Tasmania yang tersisa lewat hewan marsupial saudara terdekatnya yakni Dunnart yang juga endemik Australia.
Source: Colossal Bioscience, University of Melbourne
Editor : Baskoro Septiadi