RADARSEMARANG.ID, Semarang - Aktor Atalarik Syah, tengah menjadi sorotan publik setelah rumahnya di Cibinong, Bogor, dibongkar paksa oleh Pengadilan Negeri Cibinong.
Hal itu akibat dari sengketa tanah yang telah berlangsung sejak tahun 2015.
Eksekusi ini memicu berbagai reaksi dari netizen.
Banyak diantaranya menyebut kejadian ini sebagai "karma" atas perlakuannya terhadap mantan istrinya, Tsania Marwa.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat aparat membongkar atap dan struktur rumah Atalarik.
Aktor tersebut mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses eksekusi yang menurutnya tidak adil.
"Singkat cerita, tidak ada pemberitaan ke saya, dianggap kami ini binatang, tidak ada surat untuk kita. Sekarang dieksekusi, udah sampai ke genteng, segala macam," ungkapnya.
Netizen pun ramai mengaitkan peristiwa ini dengan masa lalu Atalarik dan Tsania Marwa.
Pasalnya, setelah perceraian mereka di tahun 2017, Tsania sempat mengalami kesulitan untuk bertemu anak-anaknya yang diasuh oleh Atalarik.
Bahkan, ketika Tsania datang untuk menjemput anak-anaknya, ia mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga Atalarik.
Salah satu komentar netizen menyebut, "Doa Tsania Marwa tembus ke langit ketujuh."
Komentar lainnya menimpali, "Karma itu nyata, lihat sekarang siapa yang merasakan."
Menanggapi kejadian ini, Tsania Marwa tidak memberikan pernyataan langsung.
Namun, ia mengunggah video bersama putranya dengan caption, "Semangat ya Syarif minggu ini lagi tes kelulusan SD. Semoga abang lulus dengan nilai yang baik."
Unggahan ini dianggap oleh netizen sebagai bentuk ketenangan dan kebesaran hari Tsania di tengah situasi yang menimpa mantan suaminya.
Sementara itu, Atalarik tetap bersikukuh bahwa dirinya adalah pihak yang didzalimi dalam kasus ini.
"Saya bukan penipu, bukan penjahat, gampang nyari saya pada dasarnya, tapi saya tidak dapat ruang untuk itu semua," tegasnya.
Kasus ini menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Banyak pihak yang menyoroti pentingnya keadilan dan perlakuan yang adil dalam sistem hukum.
Selain itu adapula yang menyorot tentang bagaimana tindakan di masa lalu dapat berdampak pada kehidupan seseorang di masa depan. (cheyla)
Editor : Agus AP