Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Di Indonesia Dijual dengan Harga Fantastis, Satwa ini Jadi Hama Invasif di Australia

Aby Genta Putra Prasetya • Senin, 21 April 2025 | 01:19 WIB
Potret: Perburuan Kerbau Air Asia yang Diinisiasi Oleh Pemerintah Australia
Potret: Perburuan Kerbau Air Asia yang Diinisiasi Oleh Pemerintah Australia

RADARSEMARANG.ID - Apa yang anda pikirkan ketika melihat sosok kerbau yang kerap kita jumpai di areal persawahan pedesaan-pedesaan Tanah Air?.

Biasanya satwa tersebut kerap terlihat sedang berkubang di wilayah perairan yang lembab ataupun merumput di kawasan yang dipenuhi ilalang.

Kerbau juga erat kaitannya dengan masyarakat di beberapa daerah, contohnya masyarakat Sulawesi, Kudus dan Surakarta yang memiliki budaya terkait satwa tersebut.

Konon, harga yang diperlukan untuk memboyong seekor kerbau juga sangatlah fantastis, di beberapa kondisi seperti kerbau yang mengalami albinisme atau disebut kerbau bule oleh masyarakat lokal.

Harganya bisa mencapai ratusan bahkan tak jarang mendekati angka miliar dalam kurs Rupiah, lebih mahal dari sebidang rumah ataupun mobil dengan kapasitas keluarga.

Namun taukah bahwa spesies kerbau air atau memiliki nama latin Bubalus Bubalis ini yang menjadi komoditas ternak dengan harga selangit di Indonesia justru menjadi satwa liar yang kurang diminati di Australia.

Terlebih menurut Aussie Animals, Kerbau Air Asia ini menjadi spesies invasif yang berbahaya bagi manusia dan lalu lintas di Negara Kanguru tersebut.

Kerbau air merupakan spesies yang bertubuh besar dengan kekuatan yang jauh diatas rata-rata manusia serta memiliki sifat yang tidak dapat ditebak, membuat Pemerintah Australia melabeli satwa ini sebagai hama berbahaya.

Selain itu, kumpulan kerbau liar ini dikenal kerapkali merusak landscape alam dengan menghabiskan rerumputan dan tanaman endemik Australia, merubah daerah yang dilewati gerombolan ini menjadi tandus.

Kerbau air juga merupakan binatang yang memiliki kemampuan berenang yang sangat baik, hal ini disebutkan mengakibatkan rongga-rongga yang mampu mengikis tanah dan menyebabkan air laut masuk ke perairan tawar.

Kejadian ini terjadi di wilayah sungai Mary River yang berada di wilayah Hutan Paperbark dan membanjiri serta mengikis sebagian dari hutan tersebut.

Kerbau Air Asia sendiri bukanlah satwa asli yang hidup di dataran Australia, ia dibawa oleh para pemukim Eropa di kawasan Australia Utara dari negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Keberadaan Gajah Endemik yang Raib dari Peradaban Jawa Modern

Kerbau dahulu dijadikan sebagai alat bajak dan sumber makanan untuk para pemukim awal yang berdiam di Mellville Island dan Cobourg Peninsula.

Saat orang-orang ini berpindah, kerbau menjadi liar dan makin bertambah populasinya. Kini, di Australia ada sekitar 200.000 ekor Kerbau Air Asia liar di kawasan Utara Australia.

Source: Aussie Animals, Northern Territory Govt

Editor : Baskoro Septiadi
#Spesies Hama Invasif Australia #Satwa Harga Fantastis Jadi Hama #Spesies Hama Australia #Satwa Berharga Fantastis di Indonesia #Kerbau Jadi Hama di Australia