Burung Purba yang Diyakini Sebelumnya Punah Kembali Bertambah Populasinya di Selandia Baru
Aby Genta Putra Prasetya• Kamis, 13 Februari 2025 | 19:06 WIB
Potret : Burung Purba Takahe yang Ditemukan Kembali Setelah Punah di Selandia Baru
RADARSEMARANG.ID - Alam merupakan misteri yang sampai kapanpun selalu punya cara untuk mengejutkan umat manusia lewat berbagai penemuan baru.
Dengan makin banyaknya tantangan terkait upaya konservasi binatang langka yang hampir punah, namun ada beberapa kabar baik untuk dunia konservasi.
Menurut penemuan-penemuan kembali yang dilakukan oleh para ilmuwan dan biologis di seluruh dunia hingga saat ini.
Mereka kembali menemukan di alam liar spesies binatang-binatang yang dahulu sudah diklasifikasikan sebagai spesies punah/extinct.
Salah satu yang berhasil dipelajari dan kembali diperkenalkan ke publik adalah salah satu jenis burung tidak bersayap/ flightless yang berasal dari Selandia Baru.
Spesies ini bernama Takahe, jenis burung yang mirip dengan kasuari, namun masih memiliki perbedaan fisik yang sangat mencolok diantara keduanya.
Namun memiliki kekerabatan paling dekat dengan spesies burung ayam sungai ungu yang juga endemik Selandia Baru namun lebih sering kerap dijumpai ketimbang Takahe.
Burung jenis ini hanya dapat ditemukan di sebuah pulau paling selatan di Selandia Baru bernama Ngāi Tahu dan dianggap penduduk sekitar sebagai harta kekayaan pulau.
Di pulau tersebut tidak memiliki mamalia sebagai pemamah biak yang hidup merumput di atas tanah , sehingga posisi ini membuat spesies Takahe berevolusi sehingga mengisi peran sebagai burung yang hidup di tanah.
Takahe aslinya memiliki dua buah sayap, namun hanya digunakan sebagai dekorasi dan alat untuk menunjukkan dominasi ataupun saat musim kawin.
Perburuan yang dilakukan oleh manusia dan juga ancaman dari predator lokal membuat spesies ini mengalami penurunan populasi yang sangat tajam.
Bahkan burung ini sempat diklasifikasikan punah/extinct selama 50 tahun sebelum pada akhirnya ditemukan kembali dan diperkenalkan ke habitat lain sehingga mampu mengembalikan populasinya.
Di tahun 2018, pemerintah Selandia Baru mengenalkan spesies ini ke wilayah Kahurangi National Park untuk memperbanyak jangkauan Takahe di alam liar.
Dan pada 2023 silam, populasi burung ini telah mencapai 500 ekor dan lagi-lagi pemerintah Selandia Baru memperjauh jangkauan Takahe dengan mengembalikannya ke habitat aslinya di Whakatipu, Ngai Tahu.
Source: Department of Conservation Te Papa Atawhai, Planet Dinosaurs