RADARSEMARANG.ID - Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.
Di balik perayaan meriah, terdapat beberapa fakta menarik Tahun Baru Imlek yang mungkin belum banyak diketahui di Chinese New Year 2025.
Adapun perayaan Tahun Baru Imlek di Chinese New Year 2025 tercatat pada kalender pada Rabu, 29 Januari 2025.
Inilah 13 fakta menarik Tahun Baru Imlek yang belum diketahui banyak orang di Chinese New Year 2025.
1. Sejarah Panjang
Perayaan Tahun Baru Imlek diketahui sudah berlangsung selama lebih dari 4.000 tahun dan dipercaya dimulai pada masa Dinasti Shang (1600-1046 SM).
2. Penanggalan Lunar
Kalender lunar Tionghoa memiliki siklus 12 tahun, di mana setiap tahun diwakili oleh salah satu dari 12 hewan dalam zodiak Tionghoa, seperti tikus, kerbau, harimau, dan lainnya.
3. Dikenal Sebagai Festival Musim Semi
Di Tiongkok, perayaan Tahun Baru Imlek dikenal dengan sebutan Chunjie (春节), yang berarti Festival Musim Semi.
Menurut laman chinesenewyear dot net, masyarakat Tionghoa merayakan datangnya musim semi beserta segala sesuatu yang dibawanya.
Seperti proses penanaman dan panen, serta kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru.
Menariknya lagi, negara-negara seperti Korea Selatan, Korea Utara dan Vietnam juga merayakannya dengan tradisi yang hampir sama.
4. Tidak Ada Tanggal yang Ditetapkan untuk Tahun Baru Imlek
Menurut kalender lunar, penetapan Tahun Baru Imlek berkisar dari 21 Januari hingga 20 Februari.
Hal ini lantaran Festival Musim Semi jatuh pada 1 Januari dan berlangsung hingga tanggal 15 (bulan purnama).
Menariknya, semua hari libur dan hari tradisional seperti titik balik matahari musim dingin selalu dirayakan.
Beberapa orang juga masih menghitung ulang tahun dan usia mereka sesuai dengan kalender lunar juga.
5. Petasan untuk Melawan Roh Jahat (Monster)
Menurut mitos dari salah satu legenda, ada monster bernama Nian (年), dan itu akan terjadi pada setiap Malam Tahun Baru Imlek.
Kebanyakan orang akan bersembunyi di rumah mereka. Namun, ada seorang anak laki-laki menunjukkan keberanian dengan melawan keadaan tersebut menggunakan petasan.
Keesokan harinya, masyarakat merayakan keberhasilan kelangsungan hidup mereka dengan menyalakan lebih banyak petasan.
6. Kembang Api Terbanyak di Dunia
Seperti dalam mitos tentang Nian, banyak orang Tionghoa begadang pada Malam Tahun Baru Imlek dan menyalakan kembang api pada tengah malam.
Selain itu, keluarga juga membakar uang kertas palsu dan mencetak emas batangan untuk menghormati orang yang mereka cintai yang telah meninggal.
7. Tidak Boleh Mandi, Menyapu atau Membuang Sampah.
Pada Hari Tahun Baru Imlek, tidak diperbolehkan mandi, menyapu dan membuang sampah juga tidak diperkenankan sebelum hari kelima.
Menurut keyakinan mereka, larangan ini bertujuan untuk menjaga agar keberuntungan tidak hilang.
8. Angpau Amplop Merah
Amplop ini juga dikenal sebagai paket merah atau saku, berisi uang.
Uang tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi perpindahan kekayaan dari orang tua kepada anak-anak mereka.
Biasanya diberikan kepada anak-anak dan orang yang lebih muda oleh anggota keluarga lebih tua sebagai simbol keberuntungan dan keberhasilan di tahun yang akan datang.
9. Dominasi Warna Merah
Warna merah yang sering terlihat dalam perayaan Imlek dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat.
Seperti lampion, pakaian, dan dekorasi lainnya terlihat hampir selalu membawa warna merah dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
10. Tarian Barongsai dan Liong
Tarian Barongsai (singa) dan Liong (naga) adalah bagian penting dari perayaan Tahun Baru Imlek.
Menurut keyakinan masyarakat Tionghoa, hal ini dipercaya dapat membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat.
11. Makan Malam Keluarga
Pada malam Tahun Baru Imlek, keluarga besar berkumpul untuk makan malam yang meriah dengan hidangan khas seperti ikan, lumpia, dan kue keranjang.
12. Membersihkan Rumah
Sebelum Tahun Baru Imlek, rumah dibersihkan secara menyeluruh untuk mengusir nasib buruk dan membuat ruang untuk keberuntungan baru.
13. Festival Lampion
Perayaan Tahun Baru Imlek berakhir dengan Festival Lampion, di mana ribuan lampion diterbangkan ke langit atau dihiasi di jalanan.
Meskipun menghabiskan waktu bersama keluarga juga penting, perayaan Tahun Baru Imlek menurut mereka adalah malam pesta dan kebebasan.
Padahal, di zaman kuno anak perempuan tidak diizinkan untuk menjelajah keluar sendiri pada tengah malam.
Tetapi pada malam Tahun Baru Imlek saat ini, mereka bisa berjalan-jalan, menatap bulan dan melihat lampion terbang yang indah.
Editor : Baskoro Septiadi