RADARSEMARANG.ID - Teori tentang keberadaan dinosaurus di masa lalu merupakan salah satu pembahasan yang menarik dalam dunia arkeologi di seluruh belahan dunia.
Misteri tentang binatang reptil raksasa yang disinyalir pernah hidup di masa prasejarah menjadi kajian ilmiah dalam berbagai penelitian sejak ratusan tahun lalu.
Gambaran spesies reptil yang menguasai bumi di masa tersebut bagi kebanyakan orang masih sesuai dengan karakteristik yang ada di dalam media populer seperti pada tayangan film dan museum.
Bentuknya yang seperti kadal besar, dengan gigi-gigi runcing yang terlihat mengintimidasi serta pola hidup yang seperti kebanyakan reptil pada umumnya berhasil mengisi imajinasi kita tentang jenis binatang yang satu ini.
Namun dalam beberapa tahun kebelakang, ilmuwan menyatakan fakta bahwa dinosaurus ternyata tidaklah sepenuhnya mirip seperti gambaran imajiner tersebut.
Lebih daripada itu, kebanyakan dinosaurus yang kita kenali seperti Tyrannosarus (T-Rex) dan Raptor disinyalir memiliki bentuk fisikal yang lebih menyerupai burung ketimbang kadal.
Dengan kata lain, binatang-binatang ini alih-alih memiliki kulit keras seperti buaya dan kadal, mereka ternyata memiliki bulu (feather) seperti pada spesies Aves (burung).
Meskipun masih terdapat pro-kontra yang berkembang di kalangan akademisi, namun dengan dibuktikannya temuan-temuan fosil terbaru membuktikan kebenaran dari bentuk fisik makhluk purba tersebut.
Paling baru, para ilmuwan diketahui menemukan spesimen utuh dari buntut/ekor dari subspesies dinosaurus berukuran kecil di Myanmar.
Diperkirakan spesies dinosaurus ini adalah bagian dari ordo kelompok Coelurosauria yang belum berhasil teridentifikasikan.
Penemuan fosil ekor utuh tersebut terawetkan dengan baik di sebuah batu amber yang ditemukan oleh para arkeolog.
Dalam fosil tersebut secara jelas kita bisa melihat bagian ekor dinosaurus ini yang memang ditumbuhi bulu-bulu halus, yang diperkirakan merupakan proses evolusi awal bulu menjadi bagian dari evolusi burung.
Baca Juga: Penjelasan Fosil Buaya Laut Purba Terbaru Mirip Lumba-lumba yang Ditemukan di Jerman
Keberadaan bulu ini disebutkan memiliki fungsi untuk berbagai tujuan, selain untuk terbang (sayap), bulu ini juga menjadi bentuk evolusi awal yang mengatur suhu maupun alat komunikasi bagi spesies peralihan reptil-burung tersebut.
Bentuk fisikal yang dapat dipelajari dari fosil ekor ini menyatakan bahwa dinosaurus jenis ini memiliki struktur tulang lunak dan jaringan lunak yang sangat detail.
Sangat kecil untuk dapat kemungkinan menemukan fosil seutuh ini sejak dahulu kala, sehingga menjadikan fosil ini sebagai salah satu spesimen paling utuh dari zaman dinosaurus yang telah ditemukan.
Source: Reddit, Fossil Wiki, Universe Idn (IG)
Editor : Baskoro Septiadi