Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ilmuwan Temukan Sisa-sisa Fosil Subspesies Manusia Purba Baru Berkepala Besar yang Misterius

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 22 Desember 2024 | 16:58 WIB

Penemuan Bagian Fosil Homo Juluen dan Ilustrasi Manusia Purba
Penemuan Bagian Fosil Homo Juluen dan Ilustrasi Manusia Purba

RADARSEMARANG.ID - Alam semesta memanglah misteri besar yang hingga saat ini belum sepenuhnya mampu dipecahkan oleh umat manusia.

Berabad-abad lamanya alam selalu berhasil mengejutkan kita tentang temuan-temuan fantastik dan bersejarah, baik dari masa lalu ataupun penemuan terkait masa depan.

Banyak dari penemuan ini yang bersifat misterius karena memanglah seperti itu sedari awal, menunggu waktu atau manusia memecahkan puzzle dari kehidupan yang sudah tercipta ribuan abad silam.

Sejumlah peneliti asal China baru-baru ini menemukan sisa-sisa fosil dari spesies manusia "baru" yang tidak memiliki keterkaitan dengan Homo Sapiens yang kini lebih dikenal sebagai manusia modern.

Penemuan fosil manusia purba yang berbeda ini cukup membuat kebingungan dari para peneliti, namun semakin banyak yang ditemukan membuka lembaran baru tentang misteri perkembangan manusia prasejarah.

Christopher Bae dari University of Hawaii dan Xiujie Wu dari Chinese Academy of Science yang keduanya merupakan paleoantropologis menemukan fosil terbaru spesies manusia purba ini di Hualangdong, China.

Keduanya sepakat menamai temuan mereka dengan sebutan Manusia Juluran, yang berarti manusia berkepala besar. Fosil-fosil ini merepresantasikan kehidupan manusia yang berhasil berevolusi dengan volume otak yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Fosil ini diperkirakan telah hidup jauh sebelum munculnya Homo Sapiens, namun, masih memiliki keterkaitan dengan subspesies manusia purba modern macam Denisovan, Neanderthal serta Erectus.

Mereka diperkirakan sudah hidup berdampingan di kawasan Asia antara 300.000 dan 500.0000 tahun yang lalu. Bahkan menurut peneliti, beberapa subspesies ini saling melakukan perkawinan campur diantara mereka.

Penemuan ini mengisi sedikit demi sedikit puzzle misteri tentang keanekaragaman sub-spesies manusia di masa lalu, serta makin membuktikan teori 'The Missing Links' yang kerap hadir dalam diskursus ilmiah evolusi manusia.

Sebelumnya, pada 2003 ilmuwan dikejutkan dengan penemuan fosil Homo Florensiensis yang merupakan spesies manusia purba terkecil dan ditemukan di Kepulauan Flores, Indonesia.

Lalu pada tahun 2007 kembali menemukan fosil Homo Luzonensis yang ditemukan di Filipina. Dilanjutkan dengan penemuan fosil Denisovans pada tahun 2018 di China Utara dan Homo Longi di tahun 2021.

Baca Juga: Harimau Ngandong, Spesies Harimau Raksasa yang Keberadaan Fosilnya Ditemukan di Blora Jawa Tengah

Kini penemuan Homo Juluensis menjadi babak baru yang disinyalir membantu membuka tabir misteri evolusi manusia di masa lalu. Dalam penemuan Juluensis, Peneliti berpendapat tentang rute baru persebaran dan evolusi manusia purba di dunia.

Seperti kita tahu, bahwa nenek moyang Homo Sapiens (manusia modern) memulai perjalanannya dari Benua Afrika lalu menyebar ke seluruh dunia, saat berkelana inilah dipercaya bahwa generasi awal sapiens bertemu dan melakukan kontak dengan sub spesies manusia lain di Eurasia.

Dari pertemuan tersebut, menurut peneliti menghasilkan perkawinan silang antar spesies seperti Sapiens dengan Denisovans ataupun Neanderthal yang pada akhirnya mendominasi seluruh populasi serta menyingkirkan subspesies lain tersebut hilang ditelan jaman.

Source: Nature Communication, Science Alert

Editor : Baskoro Septiadi
#Temukan Manusia Purba #Manusia Purba Baru #Ilmuwan Temukan Fosil #Manusia Purba Berkepala Besar #Ilmuwan Temukan Manusia Purba