Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Baning Coklat, Spesies Kura-kura Darat Langka Asal Indonesia yang Terbesar di Asia

Aby Genta Putra Prasetya • Jumat, 20 Desember 2024 | 15:25 WIB
Potret : Kura-kura Baning Coklat yang Siap Dilepasliarkan oleh BKSDA
Potret : Kura-kura Baning Coklat yang Siap Dilepasliarkan oleh BKSDA

RADARSEMARANG.ID - Siapa yang tidak mengenali kura-kura? Binatang yang juga banyak dijadikan sebagai peliharaan ini memang sangat memiliki banyak fakta yang menarik perhatian.

Meskipun banyak yang kerap menyamakan kura-kura dengan penyu, namun keduanya merupakan satwa yang berbeda. Kura-kura adalah binatang yang hidup di darat, namun beberapa spesies hidup di dua alam; air dan darat.

Sedangkan penyu lebih dominan untuk hidup di lautan lepas. Mereka hanya berada di daratan yakni pantai pada saat musim kawin dan musim menetaskan telur.

Di Indonesia, persebaran keduanya bisa ditemukan di hampir seluruh penjuru negeri ini. Namun, berkat perburuan liar dan kehilangan ekosistemnya, banyak dari sub-spesies kura-kura maupun penyu yang terancam punah.

Salah satunya adalah Kura-kura Baning Coklat (Manouria Emis). Kura-kura ini adalah sub-spesies kura-kura darat yang disebut berukuran paling besar di seluruh Benua Asia.

Ia hidup di lingkungan hutan hujan tropis dengan intensitas cahaya matahari yang rendah. Kebanyakan dari Kura-kura Baning yang ditemukan di Indonesia hidup bersamaan dengan ekosistem yang sama dengan Orangutan (Pongo Pygmaeus).

Kura-kura Baning dapat ditemukan di berbagai negara. Penyebarannya meliputi daerah tropis dari Bangladesh, India, Thailand, Malaysia dan Indonesia.

Karapas atau cangkang dari kura-kura ini sangat kokoh, dilengkapi dengan sisik kuat yang membantunya saat melewati duri ataupun benda-benda tajam lainnya di dasar hutan hujan.

Kura-kura darat ini meletakkan telur-telurnya yang berjumlah 20-50 butir telur diatas sarang yang terbuat dari dedaunan yang jatuh di tanah. Ia disebut sebagai satu-satunya spesies kura-kura yang melakukan hal ini.

Masa inkubasi dari telur satwa ini mencapai waktu yang cukup lama sekitar 63-85 hari, di masa tersebut, induk Baning harus menjaga telur-telurnya dari predator seperti biawak dan ular.

Sementara itu, disaat anak-anak Baning ini sedang menjalani fase awal kehidupannya , mereka juga harus melewati rintangan yang cukup membahayakan jiwanya.

Sebagai binatang yang memiliki gerakan cukup lambat dan posisinya yang ada di dasar hutan, anak kura-kura ini ketika sudah menetas kerap diincar oleh para predator dari segala penjuru hutan.

Baca Juga: Satwa Komodo Endemik Indonesia Menjadi Penghuni Baru di Kebun Binatang Highasiyama Jepang

Meskipun daerah persebaran hidup kura-kura ini cukup luas, namun binatang ini merupakan binatang langka yang dilindungi oleh berbagai pemerintahan setempat dimana Kura-kura Baning ini hidup.

Di Indonesia, Kura-kura Baning termasuk dalam binatang yang terancam punah. Oleh IUCN, satwa ini masuk dalam kategori Critically Endangered serta dilindungi dalam Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018.

Source: Planet Indonesia (IG), Orangutan Organisation

Editor : Baskoro Septiadi
#Kura Baning Coklat Terbesar #Kura Kura Baning Coklat #Kura kura Darat Terbesar #Kura kura Langka #Kura kura Darat Asal Indonesia