RADARSEMARANG.ID - Sebagai salah satu kota tersibuk di Indonesia, tentunya Semarang memiliki potensi besar untuk menjadi kota yang jauh lebih maju dalam beberapa waktu kedepan.
Meskipun masih banyak PR yang harus dibenahi, namun ibukota Jawa Tengah ini tak dipungkiri berhasil menjadi kota metropolitan terbesar nomor lima berkat industrialisasinya yang berkembang pesat.
Kemajuan perkembangan kota ini ternyata berhasil menarik Kota Fuzhou yang ada di China, sebagai sister city bagi kota lumpia ini. Sebelum lebih lanjut, apa sih sister city ini?.
Sister City atau Kota Saudari merupakan istilah politis yang digunakan terhadap hubungan formal dua kota atau negara yang berbeda secara geografis dan administratif namun memiliki beberapa kesamaan maupun tujuan bersama.
Pemilihan kedua kota ini sebagai Sister City tak lepas dari hubungan erat kedua provinsi antara Jawa Tengah dan Provinsi Fujian yang juga lebih dahulu menjadi Sister Province.
Hubungan ini dijalin melalui referendum berskala internasional yang disebut MoU atau Memorandum of Understanding.
Keduanya sudah melakukan deklarasi perjanjian ini sejak tanggal 10 Mei 2023 silam di Aula Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Keduanya sepakat untuk bahu-membahu menjadi partnership dalam berbagai bidang seperti Pembangunan Perkotaan, Manajemen Lingkungan, Pariwisata, Perdagangan dan Investasi, Pendidikan dan Pelatihan, Kesehatan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Seni, Budaya dan Olah Raga.
Nah, bagi warga Semarang tentunya penasaran dan ingin lebih kenal dengan saudari jauh kotanya serta apa saja hal yang menarik dari Kota Fuzhou tersebut.
Fuzhou si Kota Pohon Banyan
Menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan paling pesat, Ibukota Provinsi Fujian ini telah memiliki sejarah panjang yang bermula sejak kurang lebih 2000-an tahun lalu.
Julukan kota Fuzhou adalah Kota Pohon Banyan yang diperkirakan sudah ada sejak masa Dinasti Song Utara pada tahun 960-1127.
Di seluruh sudut kota banyak ditemui pohon banyan yang sudah berusia tua dengan cabang melebar menambah kesan magical dari kota ini.
Dikota pesisir tersebut kurang lebih secara infrastruktur hampir mirip dengan Kota Semarang dimana di tengah kotanya jarang ditemukan gedung pencakar langit melainkan justru menjamur bangunan-bangunan kuno yang disebut area Sanfang-qixiang.
Baca Juga: Mengulik Sosok Mahesa Jenar, Karakter Ksatria Jawa yang Dijadikan Julukan Bagi Tim PSIS Semarang
Perlu diketahui bahwa di Republik Rakyat China pada masa modern kini sudah jarang berdirinya bangunan-bangunan kuno peninggalan masa lalu sebelum masa revolusi yang dilakukan tentara merah. Hal ini pulalah yang mengakibatkan Fuzhou mendapatkan julukan sebagai kota sejarah.
Didalamnya berdiri beberapa landmark kebudayaan di China yang masih memiliki gaya arsitektur Dinasti Ming dan Dinasti Qing.
Bahkan masih banyak pula perumahan warga yang sudah ada sejak dinasti-dinasti tersebut berkuasa.
Fuzhou juga populer berkat festival bernama Fuzhou HuiAn Girls Costumes Culture of Hakka yang menampilkan budaya tradisional berpakaian ala masyarakat Hakka di wilayah Hui'an.
Secara historis, Fuzhou lahir dan dibangun oleh orang-orang dari golongan kelas atas seperti pejabat kerajaan dan pebisnis di masa lalu.
Hal ini terlihat dari relief ataupun detail patung yang menggambarkan kejayaan masa lalu kota ini.
Source: Pemerintah Kota Semarang, Fujian Agriculture and Forestry University.