RADARSEMARANG.ID - Bertebarannya bahasa-bahasa slang yang ramai di internet terkadang memang terkesan aneh dan sulit dipahami oleh sebagian besar orang.
Penggunaan bahasa slang/gaul sendiri merupakan sebuah produk budaya yang sejak dahulu sudah menjadi budaya dalam masyarakat luas untuk bersosialisasi.
Kebanyakan bahasa slang muncul dari pergaulan serta asimilasi antar kebudayaan yang berlangsung di wilayah perkotaan, lalu secara sporadis menjamur di wilayah pedesaan berkat peran media.
Bahasa slang juga merupakan identitas yang menjadi ciri khas pada setiap generasi, contohnya generasi Millenials( 1981-1996) yang kerap menggunakan kalimat slang seperti "Emang Gue Pikirin?" ataupun " Au Ah Gelap".
Generasi selanjutnya seperti Gen Z dan Gen Alpha identik dengan penggunaan bahasa slang yang jauh lebih kompleks serta kebanyakan terinfluence dari produk budaya westernisasi.
Contohnya, Gen Z (1996-2012)memiliki beberapa bahasa slang yang merupakan serapan langsung dari bahasa Inggris seperti "Healing" yang berarti menyembuhkan dalam bahasa Inggris, namun dalam konteks ini dipakai untuk kondisi rehat sejenak dari aktivitas yang menyibukkan.
Ataupun kata "Ghosting" yang secara makna diartikan oleh para Gen Z sebagai tindakan menghilang dari sebuah hubungan, baik romansa ataupun tidak.
Beberapa kalimat ini meskipun menurut beberapa orang sulit dimengerti, namun belum ada apa-apanya dibanding bahasa yang digunakan oleh Gen Alpha (2012 -2025) dalam bersosial media.
Beberapa kata memang sangat sulit dimengerti oleh orang yang kurang aktif (pasif) di ranah internet. Sebagian dari kata-kata tersebut adalah "Sigma" "Mewing" "Rizz" "Skibidi" "Cap" "Big L" dan lain sebagainya.
Humor mereka juga terkesan aneh dan tidak jelas. Namun yang pasti, disini menimbulkan pertanyaan kenapa bahasa slang Gen Alpha sangat aneh dan sulit dipahami oleh generasi-generasi sebelumnya.
Kenapa Bahasa Gen Alpha Sulit Dipahami?
Lahir di zaman yang sudah familiar dengan teknologi, para gen Alpha ini sejak belia sudah mengerti bagaimana cara untuk mengoperasikan smartphone sebagai keperluan sekunder yang kini menjadi lebih prioritas.
Gen Alpha adalah generasi yang lahir disaat taraf kesuburan dunia dan norma tradisional sedang menurun, hal ini mengakibatkan permainan konvensional yang mengharuskan berada di luar rumah sudah mulai ditinggalkan.
Oleh karena itu sebagai hiburan, para anak-anak ini menjadikan internet sebagai wadah entertainment dan yang membuat mereka tetap bisa merasa terhibur.
Dari sinilah, awal mula lahirnya istilah-istilah yang kemudian kerap digunakan oleh para gen Alpha di seluruh dunia, Mereka kebanyakan mendapatkan kalimat-kalimat tersebut dari streamer-streamer di internet seperti IshowSpeed dan Kai Cenat.
Permainan game online seperti Roblox dan Minecraft juga disinyalir menjadi salah satu alasan bahasa slang ini menyebar ke anak-anak Gen Alpha yang berada di seluruh dunia.
Meskipun media-media tersebut bukanlah platform eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi Gen Alpha, namun banyak dari generasi sebelumnya yang tidak merasa relate dengan hal-hal tersebut, sehingga mustahil bagi kita untuk memahami hal yang tidak kita ketahui sebelumnya.
Jadi, sebelum mencemooh para Gen Alpha maupun sebagian Gen Z sebagai generasi yang bodoh dan paling terburuk, ada baiknya melihat dari sudut pandang mereka tentang bagaimana hiburan masa kini yang didominasi oleh internet, bukan berlarian dan bermain di tanah lapang dengan bebas.
Source: Reddit, Radar Malioboro, Twitter/X
Editor : Baskoro Septiadi