RADARSEMARANG.ID - Menjadi salah satu predator puncak dari rantai makanan yang ada di kerajaan binatang, buaya merupakan spesies yang cukup dikenali karena bentuk fisiknya yang unik.
Buaya merupakan hewan Reptilia terbesar selain Komodo yang masih hidup hingga sekarang. Namun persebarannya justru jauh lebih banyak ketimbang kadal raksasa asal Indonesia tersebut.
Hewan ini juga diketahui merupakan salah satu spesies purba yang masih hidup hingga saat ini. Buaya telah hidup berdampingan dengan para dinosaurus hingga berhasil bertahan hidup dari zaman es dan meteor yang membumihanguskan para dinosaurus.
Buaya terbukti merupakan hewan dengan kekuatan adaptasi di wilayah baru dengan menakjubkan. Spesies ini kini mampu ditemukan di berbagai belahan dunia manapun dari dataran tropis hingga perairan dingin di Amerika Utara.
Reptil bertubuh besar ini hidup di perairan dan dataran basah yang lembab, di beberapa tempat buaya juga dapat ditemukan di wilayah lautan walau masih harus kembali ke daratan.
Meskipun reptil ini hidup di dua alam, namun dahulu pada jaman purba ada spesies buaya yang menghabiskan seluruh hidupnya di lautan dan menyebar teror disana.
Di masa modern, ada dua jenis buaya yang masih hidup hampir sepenuhnya di perairan seperti jenis Sinyulong yang banyak ditemui di kawasan perairan Asia.
Baru-baru ini di Jerman Utara ditemukan dengan utuh fosil jenis buaya laut yang baru diketahui bernama Enaliotes Schroederi yang berusia sekitar 135 juta tahun lalu. Perbedaan yang paling kentara adalah besarnya mata dari spesies ini dibanding milik kerabatnya yang lain.
Spesies Enaliotes Schroederi merupakan spesies buaya yang tergabung dalam kelompok Thalattosuchian yang secara harafiah dapat diartikan sebagai buaya laut. Sama seperti namanya mereka hidup sepenuhnya di ekosistem laut.
Awal penemuannya di tahun 1916, para ilmuwan sempat merasa salah mengira dengan spesies laut seperti Icthiyosaurus, Mosasaurus dan Dimetrodon, jenis dinosaurus laut yang hidup pada jaman Jurrasic.
Melalui penelitian lebih lanjut, para ilmuwan akhirnya menyatakan bahwa spesies ini berbeda dari dinosaurus dan merupakan kelompok dari Thalatosuchian pada tahun 2024.
Baca Juga: Sering Disebut Fosil Hidup, Mengenal Belangkas Hewan Laut Unik Berdarah Biru
Spesies ini dinamai dari kombinasi nama 'enalio' dan 'etes' dan secara spesifik diberi nama belakang dari nama penemunya yakni Henry Schroeder.
Fosil enaliotes yang ditemukan di Jerman merupakan salah satu fosil jenis buaya laut yang paling lengkap yang pernah ada.
Fosil buaya laut ini ditemukan hampir lengkap meliputi tengkorak dan bagian lehernya, namun kehilangan bagian cranial rostrumnya.
Source: Dinopedia, Paleozoo Mania Id.
Editor : Baskoro Septiadi