RADARSEMARANG.ID - Semesta yang sangat begitu luas menyimpan berbagai keindahan alami yang tak bisa diungkapkan lewat kata-kata.
Dari ribuan bahkan jutaan planet yang menghiasi lautan galaksi tak berujung, banyak hal indah nan mengagumkan yang ditemukan oleh para ilmuwan diluaran sana.
Salah satu yang paling cantik dan unik adalah wujud Helix Nebula, gugus bintang ini berjarak 650 jarak cahaya dari bumi, keberadaan Helix Nebula (NGC 7293) ini ditemukan oleh seorang astronom asal Jerman bernama Karl Ludwig Harding di Observatori Göttingen.
Harding menemukan Helix Nebula dengan bantuan teleskop 8.5-inch reflector dalam penelitian angkasanya pada tahun 1824.
Penemuan ini berhasil menguak keindahan serta keagungan 'Mata Tuhan' sebutan lain dari Helix Nebula yang memang terlihat seperti mata raksasa di langit menembus cakrawala.
Jadi apa yang dimaksud dengan sang mata tuhan ini? Istilah ini merupakan sebutan untuk sebuah planetary raksasa bernama Nebula yang berada dalam konstelasi Aquarius.
Planetary ini disebut sebagai planetary luar yang paling dekat sekaligus memiliki cahaya paling terang dari bumi. Nebula mudah ditemukan lewat teleskop yang ada di bumi, bahkan dari teleskop kecil sekalipun.
Cahaya yang dihasilkan Helix sangatlah terang, cerahnya hanya bisa disaingi oleh Nebula Dumbbell dalam konstelasi Vulpecula dan Nebula Saturn yang berada di dalam konstelasi Aquarius sama seperti Helix.
Nebula Helix terdiri dari berbagai macam benda objek langit yang sangat kompleks, Helix Nebula objek terdiri dari unsur debu, bahan terionisasi, dan gas molekuler. Tersusun dalam pola rumit seperti bunga namun ada juga yang menyatakan bentuknya melingkar seperti ular.
Bahan-bahan ini mengumpul menjadi filamen yang memancar keluar dari tengah. Meskipun mereka mungkin terlihat kecil dari sini namun untaian molekul hidrogen ini (dikenal sebagai simpul komet) masing-masing memiliki ukuran sebesar tata surya kita .
Helix Nebula terbentuk sekitar 10.600 tahun yang lalu ketika bintang bermassa rendah hingga menengah (GJ 9785) meledakkan lapisan bagian luarnya saat akhir hidupnya.
Bintang besar itu runtuh dan membentuk katai putih, benda super padat yang menyusut dan dapat mengemas materi sebesar matahari ke dalam bola seukuran Bumi.
Baca Juga: Film Horor Sci-Fi Alien Romulus Mulai Tayang, Kengerian Teror Alien di Stasiun Luar Angkasa
Lapisan bintang yang berada di luar mulai mengembang dan suhunya mendingin, ia menciptakan lapisan debu dan gas yang berukuran besar. Radiasi ini mengalir dari bintang yang sekarat mengionisasi selubung ini sehingga menyebabkannya menjadi bersinar.
Lapisan tersebut membentuk warna-warna yang begitu mencolok. Untuk lapisan terluar yang jauh dari inti bintang berwarna merah hingga oranye, sedangkan lapisan yang dekat dengan inti planet berwarna biru terang.
Source: Constellation Guide, OIF UMSU, NASA
Editor : Baskoro Septiadi