RADARSEMARANG.ID - Dalam perkembangan media sosial, masyarakat internet atau biasa kita sebut netizen pasti sudah tak asing dengan meme.
Di internet, bertebaran gambar-gambar lucu yang khas dan kerapkali menjadi humor yang populer di jagat internet kala itu.
Dalam sejarahnya, kata awal 'meme' ini pertama kali dicetuskan oleh Richard Dawkins pada sekitar tahun 1976, yang merupakan neologisme (fenomena pembaharuan bahasa yang pernah dipakai/tenar di masa lalu).
Meme secara fungsional sudah menjadi bagian dari cara berkomunikasi generasi millenial dan generasi Z yang tumbuh bersama dengan sosial media.
Fenomena meme ini sendiri menjadi sebuah hal populer yang merajalela dimana-mana. Semua orang berbondong-bondong membuat dan menyebarluaskan meme sebagai media berkomunikasi dan bercanda gurau di internet.
Kebanyakan dari gambar-gambar ini merupakan saduran dari berbagai potongan adegan di sebuah film atau gambar-gambar yang mampu membuat kita bergelak tawa.
Gambar yang terkenal meliputi Bad Luck Brian, Herp, Derp, Troll dan masih banyak lainnya yang kita dulu setidaknya pernah liat. Di kancah meme lokal, beberapa yang terkenal adalah Mad Dog Greget, Yo Ndak Tau Kok Tanya Saya (YNTKTS) ataupun Hmm Sudah Kuduga.
Namun kali ini akan membahas tentang salah satu meme yang juga cukup populer dikenal dengan sebutan Beruk Kuvukiland.
Dengan bentuk yang cukup absurd, namun terlihat sangat nyata. Foto-foto dari Beruk Kuvukiland ini banyak bertebaran di jagad dunia maya saat itu.
Beruk Kuvukiland terlihat seperti makhluk kriptid humanoid yang memiliki beberapa fitur wajah mirip manusia, namun tentunya dengan ekspresi lucu namun terkadang terlihat menyeramkan juga.
Lalu makhluk apakah yang disebut warganet sebagai Beruk Kuvukiland tersebut? Apakah makhluk ini merupakan hewan asli yang hidup di pedalaman nun jauh disana?.
Jawabannya adalah tidak. Beruk Kuvukiland yang terlihat seperti hewan betulan merupakan sebuah karya seni taksidermi yang biasanya digunakan sebagai media humor atau pajangan rumah dengan konsep absurd.
Baca Juga: Menjadi Sandwich Generation, Beban Berat yang Dipikul Kebanyakan Anak Muda Jaman Sekarang
Taksidermi (Taxidermy) sendiri merupakan sebuah seni pengawetan dan pengolahan bangkai hewan melalui penyanggaan dan pengisian dari kayu atau dakron sehingga tampak seperti keadaan aslinya saat masih hidup.
Meskipun terbuat dari kulit rusa, lebih tepatnya bagian belakang tubuh rusa, dengan anus sebagai mulut yang cukup ikonik
Pantat rusa. Taxidermist itu adalah orang yang pekerjaannya mengawetkan binatang, biasanya binatang hasil buruan seperti rusa, beruang dan lain-lain, yang diawetkan dan dijadikan pajangan.
Beberapa taxidermist, orang yang melakukan seni taksidermis ini memanfaatkan bagian yang tidak dipergunakan, seperti bagian belakang rusa, untuk diawetkan dan dipermak dengan menambahkan mata, duburnya dijadikan mulut, dan ekornya menjadi dagu/janggut, sehingga menghasilkan apa yang dinamakan "swamp boogers".
Beruk Kuvukiland berhasil menipu kebanyakan orang yang dahulu melihat gambarnya dengan mengira bahwa makhluk ini merupakan makhluk kryptids bahkan dikaitkan dengan legenda di daerah setempat.
Source: Australian Museum, Anda Bertanya Sains Menjawab (Facebook).
Editor : Baskoro Septiadi