RADARSEMARANG.ID - Warna merupakan sebuah rona atau spektrum yang terdapat dalam sebuah cahaya sempurna.
Identitas dari sebuah warna dihasilkan dari panjang gelombang cahaya tersebut yang mampu disaksikan oleh mata dari sang pelihatnya.
Secara teori yang lebih singkat, warna lebih tepat disebut sebagai kesan yang diperoleh mata dari hasil pantulan cahaya dari sebuah benda.
Jumlah dari warna sangat amat beragam, dan dengan berbagai pencampuran yang dilakukan baik secara natural atau buatan manusia, jumlah warna kemungkinan selalu berkembang di masa mendatang.
Warna juga seringkali diasosiasikan sebagai unsur dari sebuah keindahan, tanpa adanya warna dunia ini tentunya akan gelap gulita nan membosankan.
Namun, tak semua warna memiliki respon positif dari indera manusia yang melihatnya, konon ada spectrum-spectrum yang membuat manusia terkesan membenci salah satu warna ini.
Warna ini disebut sebagai warna dengan tingkat favorit yang paling tidak disukai, bahkan warna ini disebut juga sebagai warna paling jelek didunia.
Adalah Pantone 448 C, sebuah warna yang jika dideskripsikan merupakan campuran antara warna coklat dengan kombinasi warna hijau yang kurang menarik.
Banyak yang menganggap bahwa warna ini cukup identik dengan berbagai hal yang menjijikan, juga tidak diminati oleh masyarakat secara luas.
Warna ini mengingatkan tentang kotoran, kematian dan penyakit bahkan lebih mirip dengan feses ketimbang bisa digunakan sebagai desain sebuah bangunan ataupun mode fashion.
Penggunaan yang begitu tidak diminati, bahkan disebutkan bisa mengurangi ketertarikan untuk mencoba segala benda yang memiliki warna tersebut.
Membuat warna paling buruk didunia ini digunakan sebagai package dari brand rokok untuk mengurangi keinginanan warga di Australia untuk mencoba merokok.
Australia adalah salah satu negara yang menggalakkan pengurangan pecandu rokok, salah satunya dengan menerapkan kewajiban bagi para produsen rokok untuk mewarnai package brand mereka dengan warna Pantone 448 C.
Kebijakan ini juga diadopsi oleh pemerintahan Inggris, Perancis dan Irlandia yang juga menerapkan hal yang sama terhadap produsen rokok di negaranya.
Menurut Australian Department of Health, kebijakan ini tak disangka mampu membawa perubahan yang sedang digalakkan di Negeri Kanguru tersebut.
Sebanyak 11% presentase penjualan rokok menurun di tahun 2012-2014 berkat penggunaan wadah atau package dengan warna yang dinilai tidak menggiurkan tersebut.
Source: National Geographic, NU Design Center.
Editor : Baskoro Septiadi