Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengejutkan! Ternyata Harga Asli Tas Mewah Dior Hanya di Bawah Rp 1 Juta, Kok Bisa?

Magang Radar Semarang • Jumat, 19 Juli 2024 | 21:07 WIB

 

Kreasi Tas Dior Caro/elle.co.id
Kreasi Tas Dior Caro/elle.co.id

RADARSEMARANG.ID - Cristian Dior atau yang lebih dikenal dengan nama Dior, merupakan sebuah brand yang memproduksi barang-barang mewah asal Prancis yang saat ini berada di bawah naungan pebisnis berwarganegaraan Prancis, Bernard Arnault yang juga memimpin LVMH, produsen barang mewah terbesar di dunia.

Baru-baru ini publik dikejutkan oleh kasus Bernard Arnault, orang terkaya di dunia, yang dilaporkan ke pengadilan Milan Italia atas tuduhan mensubkontrakan atau menyerahkan sebagian pekerjaannya kepada pihak di luar dari perusahaan yang mengendalikannya yaitu Dior.

Berdasarkan laporan, perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan pemasok tas kulit asal Tiongkok yang berpusat di Kota Milan, Italia.

Baca Juga: Dari Jet Sampai Sport Car, Berikut Daftar Kendaraan Mewah Milik Harvey Moeis Senilai ratusan Miliar yang Terlihat di Sosmed

Brand ini sering mengklaim hasil produksi mereka dengan label “Made In Italy”, namun ternyata diproduksi oleh subkontraktor yang berasal dari Tiongkok hanya untuk menekan biaya produksi dan menghasilkan produk yang jauh lebih murah.

Seperti yang diketahui masyarakat, Dior yang seharusnya diproduksi langsung oleh para pengrajin handal dengan seni dan ketelitian yang tinggi di Italia.

Namun hanya untuk menekan biaya produksi, Dior sampai menggunakan dua subkontraktor asal Tiongkok yang diketahui mempekerjakan imigran asal Tiongkok dan Filipina.

Baca Juga: Gemar Pamer Barang Mewah, Ternyata Segini Kekayaan Pegawai Bea Cukai Eko Darmanto

Dari bukti yang tertera, Dior hanya membayar senilai 53 Euro atau Rp.964.813 untuk satu tasnya kepada subkontraktornya.

Sedangkan harga jual yang ada di toko Dior bisa mencapai senilai 2.700 Euro atau Rp49 juta.

Artinya mereka menaikkan harga jual hingga 48 kali lipat.

Baca Juga: Mercedes AMG One, Mobil Mewah yang Baru-baru ini Dibeli Striker Manchester City Erling Haaland

Tidak sampai itu juga, subkontraktor yang dipakai Dior juga diduga melakukan eksploitasi kepada pekerjanya demi mendapatkan biaya yang murah.

Pekerja dipaksa bekerja 24 jam penuh dalam sehari dan dibiarkan tidur di pabrik agar produksi dapat tetap berjalan.

Pekerja imigran yang datangkan ke Italia merupakan imigran gelap yang tidak memiliki kontrak resmi.

Baca Juga: Begini Spek Bangunan dan Lokasi Perumahan Mewah Sky Mansion Semarang yang Ditinggal Pengembangnya

Selain itu, perangkat keselamatan yang ada di dalam pabrik juga sengaja tidak digunakan demi agar para pekerja dapat bekerja lebih cepat.

Eksploitasi ini diketahui langsung oleh pihak Dior namun mereka diduga tidak pernah secara langsung memeriksa kondisi pekerja dan kemampuan teknis perusahaan subkontraktornya.

Pengadilan Milan menugaskan Administrator Peradilan untuk mengawasi perusahaan Dior SRL, cabang manufaktur Dior di Italia selama 1 tahun.

Baca Juga: Kamar Super Mewah, Ada Tamu Youtuber Rela Bayar Rp 48 Juta Semalam

Kasus serupa pernah menimpa brand Giorgio Armani yang juga melakukan hal serupa di Milan dengan menggunakan banyak subkontraktor asing. (mg3/bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#tas mewah #Dior #LVMH #louis vuittion #bernard arnault orang terkaya sedunia #milan italia #prancis